Sosial

Beralas Tanah Beratap Rumbia, Rumah Aisyah di Abdya Luput dari Bantuan

Kondisi Rumah Aisyah, warga miskin di Abdya, sudah belasan tahun luput bari perhatian pemerintah

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Dari ribuan rumah yang sudah dibangun Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk warga miskin dan dhuafa, ternyata rumah untuk Aisyah luput dari perhatian. Ia berharap rumah layak tinggal bersama tiga orang anak-anaknya yang masih kecil.

Aisyah (45) warga Desa Seunulop, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya masih hidup di bawah rumah reot beralas tanah dan beratap rumbia. Sejak ditinggal pergi suaminya ke Malaysia, hidup keseharian Aisyah dan tiga orang anak-anaknya sangat terbatas.

Kondisi rumah Aisyah itu mendapat perhatian serius dari Kapolsek Manggeng saat melakukan patroli rutin di Desa Seunulop, Rabu (09/8/2017).

“Saya sangat terkejut saat melihat ada rumah warga yang terbuat dari papan yang sudah lapuk dan beratap daun rumbia, saya sempat berfikir kalau di Abdya masih ada rumah warga yang terabaikan bantuan dari pemerintah,” kata Kapolsek Manggeng, Iptu Sunardi Yasmin kepada wartawan, Rabu (09/8/2017).

Didampingi Babinkamtibmas, Kapolsek menuturkan bahwa Aisyah banyak bercerita kondisi hidupnya yang belum mendapatkan bantuan rumah dari pemerintah.

Aisyah tinggal bersama dengan tiga anaknya. Sayangnya, rumah Aisyah terabaikan sudah belasan tahun lamanya. Padahal, bantuan rumah di Kabupaten Abdya cukup banyak hingga mencapai seribuan lebih.

Dari keterangannya, kata Kapolsek bahwa Aisyah sangat membutuhkan rumah, karena rumah yang di tempati sekarang ini atapnya sudah bocor dan dindingnya bolong-bolong.

“Jangankan untuk merehap rumah, untuk makan sehari hari saja, saya masih serba kekurangan. Anak-anak masih sekolah. Suami kerja di Malaysia dan hanya mampu mengirim belanja seadanya,” tutur Aisyah dengan linangan air mata kepada Iptu Sunardi dan Babinkamtibmas serta wartawan yang ada disitu.

“Sudah beberapa kali banyak yang datang mengambil foto rumah saya dan berjanji akan merehap rumah atau memberikan bantuan rumah, tapi mereka datang hanya untuk foto-foto saja, sejak anak saya kecil sampai berumur 16 tahun tidak ada tanda-tanda rumah saya akan dibangun,” kata Aisyah sedih.

Aisyah berharap bantuan dari Pemerintah Kabupaten Abdya dan para dermawan agar sudi kiranya memberikan bantuan rumah yang layak tinggal bersama tiga anak-anaknya. (Rizal)

Comments
To Top