Hukum

Tidak Disiplin, Empat PNS di Abdya Terancam Dipecat

Sekda Aceh Barat Daya, Drs. Thamrin

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Dianggap tidak disiplin dalam bertugas, empat pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) terancam dipecat. Kabarnya, mereka tidak masuk kantor untuk menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai abdi negara.

Sumber yang dihimpun wartawan, Jum’at (14/7/2017) dari sejumlah SKPK tempat mereka bertugas, Hardinur selaku staf pada Dinas Perpustakaan dan Arsip diketahui telah jarang masuk kerja sejak tahun 2012 lalu.

Kemudian Dr Teuku Muda Puteh, SPPd yang dikabarkan salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya sejak akhir tahun 2015 lalu tidak masuk kerja.

Berikutnya Yulizar, SSTP dengan tugas terakhir sebagai staf di Sekretariat Kecamatan Setia dikabarkan tidak bertugas sejak setahun terakhir. Yang bersangkutan juga pernah dipercayakan menjadi ajudan Sekretaris Daerah semasa Drs. Ramli Bahar masih bertugas.

Terakhir Edi Marta yang dikabarkan sempat tidak masuk kerja selama beberapa bulan. Namun dalam perjalanannya, beredar kabar kalau guru PNS dibawah naungan Dinas Pendidikan Abdya yang bertugas pada salah satu SD di Kecamatan Babahrot mulai memperbaiki kesalahannya dengan masuk kerja secara rutin.

Sejumlah Kepala SKPK tempat mereka bertugas yang berhasil dikonfimasi wartawan, membenarkan kalau mereka sudah lama tidak bertugas.

Terkecuali dengan Edi Marta, guru PNS jajaran Dinas Pendidikan Abdya. Kepala Dinas Pendidikan Abdya Drs H Yusnaidi MPd sudah mendapat laporan kalau yang bersangkutan sudah bertugas kembali setelah beberapa bulan tidak bertugas. “Meskipun begitu akan kita cek kembali,” ujarnya singkat.

Kepala BKPSDM Abdya, Edi Daryanto, SE yang ditemui wartawan membenarkan ada empat PNS yang telah lama tidak menjalankan tugasnya sebagai PNS. Diantaranya, Hardinur di Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dr Teuku Muda Puteh, SPPd di RSUTP Abdya, Yulizar SSTP di Sekretariat Kecamatan Setia dan Edi Marta guru pada Dinas Pendidikan Abdya.

“Laporan yang kita terima, mereka tidak masuk kerja ada yang tahunan dan ada pula selama beberapa bulan. Namun akan kami periksa kembali status mereka di masing-masing instansi tempat mereka bertugas,” ujarnya.

Keempat PNS tersebut melanggar Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disipilin PNS, bahwa PNS yang tidak masuk kerja selama 46 hari berturut-turut akan dikenakan sanksi pecat secara tidak hormat.

Dimana selama 46 hari dimaksud, PNS yang bersangkutan telah dikenakan peringatan hingga tiga kali dan pernyataan tidak puas dari atasannya langsung. “Upaya itu telah kita tempuh, cuma kita lihat saja bagaimana tindaklanjutnya nanti,” singkat Edi.

Sementara itu, Sekda Abdya, Drs Thamrin menjelaskan, persoalan PNS yang mangkir masuk kerja akan dibahas segera mungkin. Tentunya dengan memanggil kepala SKPK terkait, apakah mereka pernah memberikan teguran kepada PNS yang tidak disiplin.

“Kita akan melakukan pertemuan untuk membahas PNS yang tidak disiplin. Kami akan minta keterangan dari kepala SKPK masing-masing, tindakan apa yang pernah diberikan kepada PNS yang tidak menjalankan tugas ini,” ungkapnya. (Rizal)

Comments
To Top