Sosial

Termakan Usia, Aspal Jalan Padang Baru Hancur

Ratusan meter badan jalan di Desa Padang Panjang, Kecamatan Susoh rusak parah hingga sulit untuk dilintasi pengendara, Kamis (13/7/2017).

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Ratusan meter jalan di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami rusak parah akibat termakan usia. Bekas aspal goreng yang dibangun belasan tahun silam telah mengelupas bahkan mengancam keselamatan pengendara.

Kondisi jalan itu, tak hanya dikeluhkan warga setempat saja, tetapi para warga dan tokoh masyarakat di desa tetangga lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Warga yang bermukim dipinggir jalan mengaku harus menelan debu saat kendaraan lalu lalang dilokasi tersebut.

Malahan warga setempat sudah lama berupaya dan mengusulkan agar perbaikan bisa secepatnya dilaksanakan, tetapi kenyataannya hingga kini tak kunjung diperbaiki.

Abdul Munir salah satu warga yang sedang melintas, Kamis (13/7/2017) mengatakan, jalan itu rusak sudah bertahun-tahun, akan tetapi tak kunjung diperbaiki. Padahal jalan kabupaten di daerahnya terbilang strategis, apalagi wilayah ini merupakan areal ramai penduduk dan juga para nelayan kerap melintas dijalan ini menuju pelabuhan susoh dan objek wisata pantai cemara indah.

“Kondisinya kontras sekali, akses transportasi warga sebelum menuju jalan itu sangat bagus dan mudah dilalui berbagai macam kendaraan. Namun, sampai pada jalan di padang baru ini sudah rusak parah, cukup disayangkan,” katanya.

Dia juga mendapat kabar tahun ini jalan itu akan ada perbaikan, tetapi masih simpang siur belum ada kepastian. “Kalaupun benar ada, pasti akan diperbaiki sebahagian saja dan meninggalkan sebahagian lainnya,” ungkap Abdul seraya meninggalkan lokasi jalan tersebut.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Abdya Afrida Surya ST yang dihubungi wartawan, secara terpisah mengaku kalau jalan tersebut sudah masuk dalam usulan di tahun 2018 berbarengan dengan sejumlah ruas jalan lainnya yang belum terealisasi pada tahun 2017 sekarang ini.

Pada tahun 2016, pihaknya pernah mengusulkan jalan sebanyak 38 paket dengan total anggaran mencapai Rp.100 miliar. Setelah dilakukan verifikasi, hanya sebanyak 11 paket yang terealisasi dalam tahun 2017 dengan total anggaran Rp.20 miliar lebih.

Kemungkinan, begitu juga dengan usulan tahun 2018 sebanyak 32 paket jalan termasuk jembatan yang anggarannya hampir mencapai seratusan miliar, bisa jadi akan dikurangi seperti tahun sebelumnya. “Semoga saja jalan yang kita usulkan untuk tahun 2018 mendatang akan terealisasi semua, termasuk jalan di padang baru tersebut,” tuturnya.

Dikatakannya, setiap usulan kegiatan yang diajukan hasil dari Musrenbang tetap akan diterima. Namun bisa saja dalam perjalanannya banyak yang tidak terealisasi. Meskipun begitu berbagai tahapan akan terus dilakukan untuk mengusulkan kembali jalan itu pada tahun anggaran selanjutnya.

“Yang penting tidak ada yang tertinggal, setiap ada laporan dan hasil Musrenbang akan terus ditampung. Sehingga percepatan pembangunan di Abdya akan terus dipacu dan membaik kedepannya,” demikian ungkap Afrida. (Rizal)

To Top