Ekonomi

Petani Mengeluh, Harga TBS Sawit di Abdya Anjlok

Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah petani sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang kembali mengalami penurunan hingga Rp.900 per kilogram dari Rp1.300 per kilogram. Melemahnya harga sawit tersebut telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir.

Darmi, salah seorang petani sawit di Kecamatan Babahrot, Kamis (13/7/2017) mengaku resah dengan rendahnya harga sawit ditingkat petani dan agen pengepul. Turunnya harga itu telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir yang membuat para petani menjadi serba salah.

“Semestinya harga sawit dapat menguntungkan petani bukan justru membuat petani tidak berdaya, karena biaya perawatan sawit tersebut tergolong mahal,” tuturnya.

Akibat kurang mendapat keuntungan, maka ada sebagian petani sawit justru membiarkan sawitnya dan enggan memanen, “Dengan harga TBS sawit seperti sekarang ini, maka petani tidak mendapat apa-apa dari hasil jerih payahnya. Sebab, pendapatan dari hasil panen habis untuk biaya perawatan saja,” ujarnya.

Ditambahkan, tanaman sawit kalau tidak diberi pupuk yang cukup dan dibersihkan, akan menyebabkan penurunan angka produksi, sementara untuk perawatan kebun, petani tidak memiliki dana yang cukup karena harga TBS melemah.

“Jadi, kami berharap agar pemerintah mampu mengatasi masalah harga TBS di wilayah Abdya ini. Tidak perlu tinggi, tapi cukup bertahan berkisar sampai Rp1500 per kilogram. Petani masih bisa menikmati hasil panen dan bisa merawat kebun dengan baik,” pungkas Sukardi petani yang lain.

Sementara itu, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya Mahyudin yang dihubungi wartawan, mengaku kalau harga TBS tersebut tidak bisa di intervensi oleh instansi terkait, karena sudah menjadi hak prioritas setiap pabrik kelapa sawit (PKS).

Naik turunnya harga TBS itu sesuai dengan perkembangan harga pasar di tingkat nasional bahkan internasional, hal itu mengacu pada harga mata uang dunia.

“Bukan ranah kita untuk mengintervensi harga TBS sawit, karena harganya sesuai dengan pasaran. Kecuali ada oknum agen yang bermain untuk menjatuhkan harga TBS, buktinya hampir seluruh daerah mengalami hal yang sama,” jelasnya.

Saat ditanya apa ada hubungannya dengan tidak adanya PKS di Abdya, Mahyudin tak mau berkomentar terkait hal itu, karena jika dibahas terlalu panjang alur ceritanya. “Kita akan coba cek kembali mengenai harga TBS tersebut, tapi kalau mengenai hubungan harus ada PKS di Abdya bukan ranah saya untuk menjelaskannya,” demikian Mahyudin. (Rizal)

To Top