Ekonomi

PDPA dan Pertamina Teken Proyek Geothermal Seulawah 55 Megawatt

PDPA dan PT. Pertamina Geothermal Energy Menandatangani proyek geothermal seulawah di Kantor Gubernur Aceh, 31 Juli 2017

Foto | Istimewa

ACEHTERKINI.COM | Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dengan PT. Pertamina Geothermal Energy melakukan penandatanganan kerjasama pengelolaan energy panas bumi seulawah tahap pertama sebesar 55 Megawatt. Penandatanganan ini dilakukan di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Senin (31/7/2017).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) Muhsin, Direktur PT. Pertamina Geothermal Energy Irvan Zainuddin, serta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Pemerintah Aceh bersama PT. Pertamina Geothermal Energy dan PDPA membentuk PT. Geothermal Energy Seulawah untuk mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi di Gunung Seulawah.

“Proyek ini ditargetkan selesai 3,5 tahun atau maksimal 4 tahun ke depan, untuk tahap awal Pertamina dan PDPA akan mencari dulu 55 Megawatt dari potensi panas bumi yang ada di Gunung Seulawah sebesar 165 Megawatt,” kata Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Irwandi berharap dengan dimulai proyek geothermal seulawah ini, gerak maju listrik di Aceh jangan ada kendala lagi. Karena masyarakat Aceh sudah cukup lama hidup dalam keterbatasan listrik. Bahkan buruknya listrik di Aceh selama ini juga berdampak pada terhambatnya sektor investasi.

Dalam pengerjaannya nanti, kata Irwandi sumur-sumur yang dibor diharapkan benar-benar dapat mengeluarkan energi panas sebagaimana diharapkan, sehingga modal yang terpakai benar-benar tepat guna.

Energi panas bumi tersebut dapat ditemui pada kedalaman yang standar, sehingga akan membutuhkan modal yang lebih sedikit. Ia mencontohkan seperti di Sabang yang energi panas buminya bisa didapat pada kedalaman 1.200 meter. “Semoga ini juga terjadi di Seulawah, sehingga tidak lama lagi kita akan menikmati listrik yang cukup,” kata Irwandi.

Acara penandatanganan itu disaksikan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Sulaiman Abda, para Asisten Setda Aceh, serta sejumlah pimpinan SKPA lainnya. [Edi]

Comments
To Top