Politik

PAW Anggota KIP Abdya dilantik, Cadangan Lain Protes

Bupati Lantik PAW Komisioner KIP Abdya, Kamis 27 Juli 2017

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Jufri Hasanuddin menjelang akhir jabatannya, melantik Fachrul Razi sebagai anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat menggantikan Muhammad Jakfar yang sudah diberhentikan oleh KPU RI pada 1 November 2016 lalu.

Fachrul Razi dilantik oleh Bupati dalam acara pelantikan pergantian antar waktu (PAW) anggota KIP Abdya di Kantor Bupati setempat, Kamis (27/7/2017) yang turut dihadiri unsur Forkompinkab, Ketua Komisi A DPRK Iskandar, Ketua KIP Abdya Elfiza SH MH dan para komisioner KIP.

Kasubbag Humas dan Tekhnis KIP Abdya Agus Mudaksir SH membacakan Surat Keputusan KPU RI Nomor 96/Kpts/KPU/Tahun 2017 tentang pengangkatan anggota KIP Abdya. Dilanjut dengan Surat Keputusan KPU RI Nomor 138/Kpts/KPU/Tahun 2016 tanggal 1 November 2016 tentang pemberhentian tetap Muhammad Jakfar dan mengesahkan Fachrul Razi sebagai anggota KIP Abdya sisa masa bakti 2017-2018.

Terkait dengan PAW itu, Harnalis selaku calon nomor urut enam dalam hasil seleksi anggota KIP Abdya periode 2013-2018 dan cadangan urutan satu atau dibawah nama salah satu komisoner KIP terpilih mempertanyakan terkait dengan pengambilan sumpah Fachrul Razi sebagai anggota KIP Abdya menggantikan Muhammad Jakfar.

Harnalis menduga ada permainan, karena Fachrul Razi sendiri berada di urutan ke sembilan dan cadangan di urutan keempat justru lansung mendapat posisi PAW. Padahal, masih ada beberapa calon lain yang berada di atas Fachrul Razi seperti dirinya (Harnalis), Asnawi dan Khairul Niza.

Katanya, pada tanggal 2 Maret 2017, ia bersama dengan Asnawi dan Khairul Niza di undang untuk konfirmasi kembali mengenai urutan cadangan anggota KIP Abdya tersebut di Aula Kantor KIP Abdya. Selain dihadiri Ketua KIP Aceh, juga dihadiri Ketua KIP Abdya dan para komisioner KIP lainnya serta Ketua Komisi A DPRK Abdya.

“Pada waktu itu, saya dan Khairul Niza sudah sepakat untuk mencabut surat pengunduran diri dari daftar cadangan anggota KIP Abdya pada tanggal 3 Maret 2017, prosesnya pun sudah selesai dan kami masih sah sebagai cadangan. Jadi, alangkah anehnya kalau cadangan nomor urut sembilan yang diangkat, padahal masih ada cadangan lain diatas itu, termasuk Asnawi,” tuturnya saat dihubungi wartawan, Kamis (27/7/2017).

Meskipun begitu, pihaknya sudah mempersiapkan surat untuk dikirimkan ke Ketua DPRK tembusan Komisi A DPRK Abdya untuk mempertanyakan persoalan tersebut.

Hal senada juga dikemukakan, Asnawi yang berada diurutan tujuh dalam hasil seleksi anggota KIP Abdya. Pihaknya mengaku masih sah terdaftar dan belum gugur sebagai cadangan nomor urut dua dari lima cadangan hasil seleksi anggota KIP Abdya.

Masalah itu sudah selesai dan tertuang dalam berita acara yang ditandatangani Ketua KIP Aceh, Ketua KIP Abdya dan Ketua Komisi A DPRK Abdya serta kami selaku cadangan.

“Secara aturan, harusnya Harnalis yang berhak dilantik karena berada diurutan enam bukan urutan sembilan. Kan lucu sekali rasanya, kalau kita yang masih dinyatakan tidak gugur harus dilangkahi begitu saja,” ujarnya singkat. (Rizal)

To Top