Lingkungan

Musim Kemarau, Sumur Warga Abdya Mulai Mengering

Gambar Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Sejak sebulan terakhir, musim kemarau terus melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya. Akibatnya, terdapat sejumlah sumur warga di beberapa desa mulai mengalami kekeringan dan membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan sumber air bersih.

Camat Lembah Sabil, TR Syahir yang dihubungi wartawan, Senin (24/7/2017) membenarkan ada 14 desa dalam wilayah Kecamatan Lembah Sabil mengalami krisis air bersih. Sumur-sumur warga mulai mengering akibat musim panas yang sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.

“Kita akan meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) untuk memasok air bersih ke rumah-rumah warga yang mengalami kekeringan sumur,” ungkapnya.

Sejumlah warga, lanjut TR Syahir, lebih memilih mendatangi daerah aliran sungai (DAS) Krueng Baru. Meskipun debit air sudah mulai berkurang, namun masih bisa dimanfaatkan untuk keperluan mencuci dan mandi. Sedangkan untuk dikonsumsi, masyarakat terpaksa harus membeli air di depot pengisian ulang.

Kondisi serupa juga dialami sejumlah desa dalam Kecamatan Manggeng yang juga berbatasan dengan Kecamatan Lembah Sabil. Camat Manggeng, Tabari menyebutkan ada empat desa yang mengalami kekeringan sumur. Diantaranya Desa Ujung Padang, Kedai, Lhueng Baroe dan Desa Paya.

Warga yang berdomisili di empat desa ini terpaksa harus bolak balik menuju Krueng Baru yang jarak tempuh sekitar 20 menit perjalanan untuk kebutuhan mandi, mencuci dan lainnya.

Sementara itu, Kepala BPBK Abdya, Amiruddin secara terpisah mengatakan, kondisi yang dialami masyarakat Lembah Sabil, Manggeng termasuk sejumlah desa dalam Kecamatan Babahrot tetap menjadi perhatian serius pihaknya.

Namun, Amir mengaku belum mendapatkan laporan dari sejumlah Camat, lantaran kondisi kekeringan tersebut masih bisa diatasi di tingkat kecamatan masing-masing.

“Tak hanya sumur warga saja yang kering, ratusan hektar areal tanaman padi warga juga kesulitan untuk mendapatkan air, sehingga tanah di dalam sawah mulai retak-retak,” sebutnya singkat. (Rizal)

To Top