Ekonomi

Muara Tersumbat, Belasan Hektar Sawah Terendam

Warga Desa Ladang dan Padang Panjang menggali mulut muara dengan cangkul dan sekop di wilayah muara Sangkalan, Susoh, Sabtu (1/72017).

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Belasan hektar sawah yang sudah ditanami padi oleh Petani di Desa Ladang dan Padang Panjang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terendam air. Hal ini disebabkan penyumbatan muara di wilayah Sangkalan tempatnya dekat lokasi objek wisata Pantai Bali, kecamatan setempat.

Warga memperkirakan kalau penyumbatan mulut muara tersebut sudah berlansung sejak 15 hari yang lalu. Saat ini, sejumlah petani setempat dan warga lainnya terpaksa menggunakan alat secara manual untuk mengeruk mulut muara tersebut agar debit air dalam muara bisa lancar menuju lautan.

Para petani setempat mengaku belum ada penanganan yang serius dari pemerintah kabuaten, malahan mereka (petani) sudah beberapa kali melaporkan hal tersebut secara lisan, namun belum juga ada tanggapan.

“Kemungkinan pemerintah saat ini masih dalam suasana lebaran, jadi permintaaan kita untuk mengeruk mulut muara ini dengan alat berat masih belum terkabulkan,” kata Rusli salah satu petani yang dijumpai wartawan, Sabtu (1/7/2017) dilokasi muara tersebut.

Pihaknya sangat berharap agar mulut muara itu segera dikeruk menggunakan alat berat (beko). Jika masih menggunakan alat manual berupa cangkul dan sekop, petani setempat hanya bisa menggali sebesar saluran saja.

Dipastikan tidak akan bertahan lama, karena ombak dilautan cukup besar dan akan memudahkan saluran itu tertimbun dengan pasir lagi.

Ismail, petani lainnya juga mengemukakan hal yang serupa. Katanya, padi petani yang baru saja ditanam sudah banyak yang mati karena terendam air. “Apalagi air yang merendam padi kita bersumber dari muara yang bercampur dengan air garam, sehingga tanaman padi tidak sanggup bertahan lama,” ungkapnya.

Kepada pemerintah, mereka sangat berharap kalau dilokasi mulut muara itu bisa dibangun tanggul kiri kanan, agar air dalam muara bisa mengalir dengan lancar. Jika tidak segera tertanggulangi, lanjut Ismail, maka mulut muara akan terus tersumbat seiring dengan besarnya ombak dilautan.

“Kondisi ini juga dialami oleh sejumlah warga di Kecamatan Tangan-Tangan, jadi untuk mengatasinya, pemerintah harus membangun tanggul kiri kanan yang menjulang kelautan, sehingga ombak tidak serta merta menutup mulut muara,” ujarnya singkat.

Diinformasikan, akibat tersumbatnya mulut muara tersebut, selain merendam tanaman padi warga, juga sering membanjiri kawasan pemukiman warga sekitar. [Rizal]

To Top