Lingkungan

Kebakaran Lahan di Aceh Makin Ganas, Jumlah Titik Panas Bertambah

Kebakaran Lahan Gambut di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya

dok. acehterkini.com

ACEHTERKINI.COM | Kebakaran lahan di Provinsi Aceh sudah semakin mengkhawatirkan. Jumlah titik panas yang terpantau terus bertambah dari 36 titik menjadi 49 titik yang tersebar di 10 kabupaten kota wilayah barat selatan Aceh.

Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria dalam laporannya menyampaikan jumlah titik panas yang terpantau Rabu, 26 Juli 2017 pukul 07.00 wib hingga pukul 17.00 wib berjumlah 49 titik. Tingkat kepercayaannya hingga 100 persen.

Sebelumnya hasil pantauan sensor MODIS satelit Terra dan Aqua menemukan 36 titik panas di Aceh pada Senin 24 Juli 2017 kemarin.

Berita Terkait : 36 Titik Api Terpantau, BMKG Aceh: Penerbangan Belum Terganggu

Zakaria menyebutkan titik panas paling banyak ditemukan di Kabupaten Nagan Raya atau tepatnya di Kecamatan Darul Makmur dan Kuala sebanyak 16 titik dengan tingkat kepercayaan paling tinggi 100 persen.

Jumlah Titik Panas 26 Juli 2017, Sumber BMKG Aceh

Kemudian menyusul kedua terbanyak terpantau di Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Kaway XVI, Sungai Mas, dan Bubon Kabupaten Aceh Barat sebanyak 12 titik panas, dengan tingkat kepercayaan 99 persen paling tinggi.

Menyusul Aceh Tengah ada tujuh titik di Kecamatan Atu Lintang, Laut Tawar, Silih Nara dan Bintang. Kemudian Gayo Lues di Kecamatan Putri Betung dan Tripejaya ada empat titik, Kota Subulussalam di Kecamatan Rundeng ada tiga titik.

Aceh Jaya terpantau dua titik di Kecamatan Teunom. Aceh Besar, Aceh Barat Daya (Abdya), Bener Meriah, Aceh Selatan, Aceh Singkil terpantau masing-masing satu titik panas.

Informasi yang diterima acehterkini dari BPBA Aceh, Rabu menyebutkan kebakaran lahan yang terjadi di Aceh Barat sudah ditetapkan sebagai Status Siaga Bencana Asap oleh pemerintah kabupaten setempat.

Dampak dari kebakaran lahan dan hutan telah mengakibatkan kabut asap yang saat ini sudah memasuki Kota Meulaboh pada malam hari dan sudah menggangu kesehatan masyarakat terutama infeksi saluran pernapasan atas (Ispa).

Lokasi lahan yang terbakar juga sudah mengancam kawasan pemukiman. Total lahan gambut yang terbakar di Aceh Barat diperkirakan sebanyak 69 hektar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya diterima acehterkini, Rabu menyebutkan BNPB sudah mengerahkan dua unit helicopter MI 172 pemboman air (water bombing) ke Provinsi Aceh menyusul penetapan siaga darurat di Aceh Barat.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan aktifitas masyarakat akibat kebakaran lahan dan hutan di Aceh Barat sudah mulai terganggu. Kebakaran lahan ini disebabkan masyarakat membersihkan lahan dengan cara membakar, sebagian besar berada di lahan gambut.

“Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Cuaca makin kering sehingga mudah memicu kebakaran. Semua unsur masyarakat dihimbau untuk menjaga wilayahnya agar tidak ada yang melakukan pembakaran. Awasi dan jaga lingkungan sekitarnya,” demikian pesan Sutopo Purwo Nugroho. [Firman]

To Top