Ekonomi

Harga Gabah Naik, Nilai Tukar Petani Aceh juga Naik

Foto | dok. acehterkini

ACEHTERKINI.COM | Badan Pusat Statistik mecatat nilai tukar petani Aceh pada Juni 2017 mencapai 94,72 persen atau naik 018 persen dibanding Mei 2017. Kenaikan ini disebabkan karena indeks yang diterima petani dan indeks yang dibayar petani terjadi peningkatan.

Kepala BPS Aceh, Wahyuddin dikantornya Senin (3/7/2017) mengatakan, ada dua Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor mengalami penurunan yaitu subsektor holtikultura dan subsektor tanaman perkebunan rakyat. Sedangkan subsektor perikanan, tanaman pangan dan peternakan meningkat dibanding Mei 2017.

“Bila dilihat secara nasional, petani di Provinsi Aceh termasuk beruntung karena tetap mengalami peningkatan NTP walaupun tidak terlalu tinggi,” kata Wahyuddin.

Kenaikan NTP ini tidak terlepas dari kenaikan harga gabah kualitas panen dan harga gabah kering giling. BPS Aceh mencatat selama Juni 2017, harga gabah kering panen di tingkat petani Rp4.416 per kilogram. Sedangkan rata-rata harga gabah kering di tingkat petani Rp 4.600 per kilogram.

Dibanding Mei 2017, rata-rata kenaikan harga gabah kualitas panen di tingkat petani sebesar 6,99 rupiah. Sedangkan rata-rata kenaikan harga gabah kering giling di tingkat petani sebesar 45,33 rupiah.

Untuk rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat penggilingan naik sebesar Rp1,33 per kilogram menjadi Rp 4.488 per kilogram. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKG di penggilingan tercatat sebesar Rp.66,67 per kg menjadi Rp 4.700 per kg. [Firman]

 

To Top