Ekonomi

Habiskan Rp24,7 Miliar, Pendopo Bupati Abdya Diresmikan

Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin Meresmikan Pendopo Bupati, Kamis 6 Juli 2017

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Jufri Hasanuddin meresmikan pendopo yang dibangun secara multiyears di Desa Lhueng Tarok, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Kamis (6/7/2017).

Pembangunan pendopo tersebut menelan anggaran sebesar Rp24,7 miliar lebih sumber dari pendapatan belanja kabupaten (APBK) 2015 dan 2016.

Bangunan pendopo yang berdiri diatas luas tanah 45.091 M2 itu, dikerjakan oleh PT. Brahmakerta Adiwira dengan nomor kontrak 602/07/KONTRAK-CK/PU/2015 tanggal 18 Juni 2015 yang diselesaikan selama 550 hari kalender dengan luas bangunan mencapai 4.425 M2.

Dalam kesempatan itu, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin menyampaikan, sebelum masa jabatannya berakhir, pendopo tersebut sudah dapat diresmikan. Pihaknya tidak ingin kalau dalam sepeninggalannya nanti masih ada pekerjaan yang tertinggal.

“Maka dari itu, bangunan pendopo ini harus diresmikan sebelum masa jabatan saya habis,” ungkapnya dihadapan Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Puji Hartono SIP, Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan MSc, para anggota DPRK, Sekda Abdya, para asisten, staf ahli, Kepala SKPK dan para tamu undangan lainnya yang berhadir dalam acara tersebut.

Dikatakannya, proses berdirinya pendopo ini penuh dengan tantangan. Perlu diketahui bahwa anggaran pembangunan untuk pendopo muncul pada tahun 2012 silam melalui dana hibah provinsi. Akan tetapi saat itu masih terkendala dengan lokasi yang masih simpang siur untuk penempatan lokasi pendopo.

Pendopo merupakan icon untuk Kabupaten Aceh Barat Daya, jadi sudah sepatutnya dibangun dalam ibu kota kabupaten agar masyarakat mudah mengakses untuk mendatangi pendopo bupati tersebut. “Karena perlu areal yang sangat luas, maka kita mengambil tempat di Desa Lhueng Tarok ini,” tutur Bupati Jufri.

Wacana pembangunan pendopo pernah akan dilakukan di Lapangan Persada, Blangpidie, dengan catatan lapangan tersebut akan dialih ke guhang. Dengan berbagai macam pertimbangan kalau lapangan persada itu merupakan tanah adat dan sebagainya, sehingga pembangunannya terpaksa dilarikan kelokasi lain agar keinginan masyarakat tidak terabaikan.

Tim juga sempat mencari lokasi pembangunan pendopo di dekat mesjid, akan tetapi sebagaian Ulama di Abdya melarang karena menurut para Ulama dan tokoh agama kalau acara di pendopo tersebut tidak semuanya bernuansa Islami.

“Tim pun melakukan perubahan lokasi, sehingga dapatlah di Desa Lhoeng Tarok pinggir aliran Sungai Krueng Susoh yang juga bersebarangan dengan lokasi pembangunan pasar Modern,” papar Bupati Jufri mengulang sekilas perjuangan untuk membangun pendopo tersebut.

Alhamdulillah, pendopo ini sudah selesai terbangun, semoga kedepan akan terasa manfaatnya untuk masyarakat Abdya khususnya,” demikian Jufri Hasanuddin. (Rizal).

To Top