Lingkungan

Gajah Liar Mati di Aceh Tengah, Gadingnya Hilang

Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Seekor gajah liar ditemukan mati di kebun masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, Senin (17/7/2017). Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, gajah liar itu ditemukan mati tepatnya di Dusun Payalah, Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Sapto menjelaskan bangkai gajah yang diperkirakan berumur 40 tahun itu ditemukan warga dan kemudian melaporkannya kepada aparat desa setempat. Gajah tersebut ditemukan dalam keadaan membusuk dan kejadian kematian diperkirakan sudah lebih 3 minggu.

“Gading gajah yang ditemukan hilang, kepala terbelah, diperkirakan dibelah dalam upaya mengambil gadingnya, terdapat lobang seperti terkena tembakan di tulang tengkorak,” terang Sapto Aji Prabowo.

Kata Sapto, BKSDA Aceh telah membuat laporan ke polisi di Polres Aceh Tengah. “Saat ini lokasi kejadian sudah di police line, BKSDA akan melakukan otopsi sesuai arahan dari Polres Aceh Tengah,” ujar Sapto Aji Prabowo.

BKSDA Aceh sangat berharap kasus kematian gajah di Aceh Tengah yang hilang gadingnya ini dapat segera terungkap untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Dikhawatirkan kejadian ini merupakan kesengajaan dalam upaya mendapatkan gading gajah yang kemudian terhubung dengan sindikat perdagangan gading, sehingga jika tidak terungkap dikhawatirkan akan dapat terulang lagi di kemudian hari.

Kematian gajah liar di Kabupaten Aceh Tengah ini merupakan ke-4 kalinya di Provinsi Aceh sepanjang tahun 2017 ini, ditambah dengan satu janin gajah yang keguguran. Kemudian satu anak gajah mati dalam perawatan.

Konflik gajah dengan masyarakat sendiri hampir tidak berhenti sepanjang tahun ini diakibatkan semakin sempitnya habitat gajah di Aceh akibat kerusakan habitat. Selain itu upaya perburuan satwa khususnya gajah diduga masih cukup marak terjadi.

Habitat gajah sumatera di Provinsi Aceh seperti diketahui 85 persen berada di luar kawasan konservasi dan bahkan di luar kawasan hutan, sehingga potensi konflik sangat tinggi dan pengawasannya dari perburuan memerlukan upaya yang tidak mudah. [Firman]

To Top