Sosial

Dinas Pertanian Abdya Basmi Hama Wereng Secara Massal

Dinas Pertanian Abdya Basmi Hama Wereng Secara Massal, Kamis (20/7/2017)

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) secara massal melakukan pembasmian hama wereng coklat bersama dengan petani. Hama wereng tersebut dibasmi menggunakan obat pembasmi hama yang telah lulus uji laboraterium dari Provinsi Aceh.

Pembasmian itu dilakukan Distanpan bersama para petani didampingi Pengamat Hama Padi (PHP) dan para penyuluh termasuk Babinsa masing-masing Koramil di jajaran Kodim 0110/Abdya. Mereka melakukan upaya pembasmian secara bersama-sama pada areal tanaman padi yang terjangkit begitu parah, seperti sebagian hamparan tanaman padi di Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Setia dan Blangpidie.

Sementara untuk areal tanaman padi petani lainnya di Kecamatan Susoh, Jeumpa, Kuala Batee dan Babahrot masih dalam kondisi aman dari hama yang bisa merusak tanaman padi tersebut.

“Namun tetap harus diwaspadai juga, hama wereng terlihat begitu parah pada masa tanam kali ini saja. Kalau pada masa tanam sebelumnya tidak begitu parah dan cepat teratasi,” kata Kepala Distanpan Abdya Ir Muslim, Kamis (20/7/2017).

Dikatakan Muslim, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PHP dan Penyuluh Tani untuk senantiasa mengawasi secara maksimal hingga tanaman padi petani mulai memasuki masa panen.

Menurutnya, selama ini petani kerap memberikan pestisida yang berlebihan, sehingga rantai makanan atau ekosistem yang selama ini saling ketergantungan akan terputus. Misalnya, petani sering menggunakan obat hama yang dosisnya terlalu tinggi, sehingga hama yang dimakan oleh burungpun juga akan mati. Padahal dari sekian jenis burung juga memiliki manfaat untuk membasmi hama pada tanaman padi.

“Untuk itu, kita akan terus memberikan penyuluhan kepada petani untuk tidak menggunakan pestisida yang berlebihan dan akan berdampak buruk pada tanaman padi nantinya,” tutur Muslim.

Muslim memastikan, kalau dalam masa tanam kali ini, hasil panen akan sedikit menurun jika dibandingkan dari masa tanam kemarin. Rata-rata akan turun 15 persen, faktornya akibat serangan hama, cuaca panas, kurangnya asupan pupuk dan penggunaan bibit yang kurang memadai.

“Kita memaklumi kalau pupuk subsidi di Abdya terbatas, terkadang cepat habis di toko-toko pengecer. Sementara itu, pengadaan bibit dalam masa tanam kali ini juga disediakan oleh petani itu sendiri yang kualitasnya masih diragukan. Sedangkan pada masa tanam sebelumnya bibit disediakan dengan dana desa, namun karena dana desa belum cair maka pengadaan bibit jadi terlambat,” ujar Muslim.

Bisa dipastikan dalam masa tanam yang akan datang, pihaknya akan berupaya lebih maksimal lagi. Dimana, pemerintah pusat akan memberikan bibit dengan varietas ciherang yang kebal terhadap hama untuk 1000 hektare lahan sawah di Abdya.

“Nantinya kita juga akan mendapat bantuan dari provinsi, semoga saja dalam masa tanam selanjutnya nanti kondisi tanaman padi petani akan terhindar dari hama wereng yang meresahkan petani tersebut,” demikian jelasnya. (Rizal)

To Top