Politik

Dewan Minta Pilkampong Ditunda, Merah Sakti : Tidak Bisa

Rasumin Pohan

ACEHTERKINI.COM | Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam melalui Fraksi Sepakat Bersama meminta kepada Walikota, Merah Sakti untuk menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampong(Pilkampong) yang akan digelar besok, Kamis (27/7/2017).

Hal itu disampaikan anggota Fraksi Sepakat Bersama, Rasumin Pohan saat menyampaikan pandangan fraksi terhadap persetujuan bersama Rancangan Qanun Kota Subulussalam tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBK Subulussalam tahun anggaran 2016, digedung DPRK setempat, Rabu (26/7/2017).

Timbulnya permintaan penundaan Pilkampong serentak itu karena dinilai ada pilih kasih terhadap anggota Badan Permusyawaratan Gampong (BPG) yang ingin mencalonkan diri tapi tidak mendapat surat rekomendasi pemberhentian dari Walikota.

Menurut Rasumin yang menjabat sebagai Ketua Komisi A itu, dari 16 BPG yang hendak mencalonkan diri hanya sembilan orang mendapatkan surat rekomendasi Walikota, sementara tujuh orang lainnya terpaksa mengurungkan niatnya untuk mencalonkan diri.

“Terkesan saudara Walikota menghalangi hak konstitusi seseorang. Kenapa sebagian ditandatangani dan sebagian tidak, ini sudah jelas melanggar hak seseorang,” kata Rasumin.

Usai menyampaikan pandangan, rapat paripurna tersebut diskor oleh Ketua DPRK, Hariansyah yang memimpin rapat tersebut sampai pukul 14.00 wib.

Setelah skor dicabut, giliran Walikota Merah Sakti menyampaikan sambutan. Tapi pada waktu itu, dari beberapa poin pandangan yang dilontarkan dua fraksi, Merah Sakti tidak memberikan jawaban terkait pertanyaan Rasumin mengenai surat rekomendasi untuk BPG.

Kurang puas dengan jawaban Merah Sakti, Rasumin menyampaikan interupsi kepada pimpinan sidang bahwa Merah Sakti belum menjawab pertanyaan kenapa sebagian mendapat surat rekomendasi pengunduran diri dari jabatan BPG dan tidak. Dan akhirnya pimpinan rapat kembali memberikan waktu kepada Walikota, Merah Sakti untuk menjawab.

Menurut Merah Sakti kenapa sebagian surat rekomendasi pengunduran diri BPG belum dia tandatangani, bukan karena pilih kasih. Tetapi pada waktu itu, dirinya berada diluar daerah sementara deadline pendaftaran akan ditutup.

Merah Sakti juga mengklarifikasi bahwa ke sembilan BPG yang mendapat rekomendasi itu karena sudah dari awal memasukkan berkas sehingga sebelum dia ke luar daerah sudah ditandatangani.

Mengenai permintaan dewan agar pelaksanaan pemilihan kepala kampong ditunda, Merah Sakti menegaskan bahwa itu tidak bisa.

“Bagi saya tidak ada pilih kasih. Saya membantah kalau disebut pilih kasih dalam memberikan tandatangan pengunduran diri BPG untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Kampong,” tegas Sakti [Alim].

Comments
To Top