Layanan Publik

Belum Difungsikan, Pasar Sangkalan di Abdya Mulai Rusak

Lantai pasar ikan dan sayur di Komplek Pasar Rakyat Sangkalan wilayah Desa Padang Panjang, Kecamatan Susoh, Abdya mulai retak dan terancam ambruk, Rabu (12/7/2017)

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Pasar Rakyat Sangkalan di Desa Padang Panjang, Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah mulai rusak setelah selesai dikerjakan pada akhir 2016. Pembangunan pasar itu menelan anggaran sebesar Rp2,8 miliar sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2016.

Bangunan permanen yang dilengkapi los pasar ikan, los pasar sayur dan kios termasuk ruangan pengelola pasar telah mengalami kerusakan di beberapa bagian. Bahkan lantai bangunan pasar ikan dan sayur sudah mulai tampak retak dan terancam ambruk.

Berat dugaan, pematangan lahan yang dikerjakan oleh PT Gadeng Multi Koalisi yang beralamat di Jalan Flamboyan Raya No.11 Komplek AAF Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara selaku pihak rekanan proyek dikerjakan tidak maksimal dan terkesan asal jadi. Sehingga dalam waktu yang relatif singkat, kondisi lantai banyak yang retak akibat lahan yang tidak padat.

Bangunan pasar yang dengan sengaja dipersiapkan atas dasar usulan tokoh masyarakat setempat untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli kebutuhan rumah tangga ternyata belum diserahterimakan kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya.

“Cukup mengkhawatirkan belum difungsikan sudah mengalami kerusakan secara pelan-pelan,” ujar salah seorang warga setempat saat melintasi komplek pasar itu yang meminta namanya tidak disebutkan, Rabu (12/7/2017).

Pelaksana Tugas (Plt) Kadiskop UKM Perindag Abdya, H Nazli SSos yang ditemui wartawan, membenarkan kalau bangunan itu belum diserahterimakan secara resmi oleh rekanan kepada pihaknya. Bahkan dia membenarkan kalau kondisi bangunan pasar yang diidam-idamkan masyarakat kemukiman Sangkalan dan sebagian Kecamatan Susoh itu banyak yang rusak dan sangat memprihatinkan.

“Memang benar ada beberapa bagian bangunan yang rusak. Kabarnya pengerjaannya telah selesai, namun belum diserahterimakan secara resmi kepada kami,” ungkapnya.

Nazli mengaku telah meminta rekanan untuk melakukan perbaikan disejumlah bagian pasar yang rusak. Menurut Nazli, pihak rekanan berjanji akan memperbaiki kerusakan di pasar itu, tapi sayangnya hingga saat ini belum ada tanda-tanda dilakukan perbaikan.

“Kami pernah melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat untuk membicarakan teknis pengelolaannya. Untuk itu, kami berharap rekanan dapat segera melakukan perbaikan agar masyarakat bisa memanfaatkan pasar tersebut,” pintanya. (Rizal)

To Top