Lingkungan

Astra Agro Lestari dan BKSDA Lahirkan SOP Mitigasi Konflik Satwa di Aceh

Gajah di CRU Melakukan Patroli dalam mengurangi konflik satwa dengan manusia

dok. Human Wildlife Conflict

ACEHTERKINI.COM | PT. Tunggal Perkasa Plantation (Astra Agro Lestari Group) salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Aceh bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh melahirkan Standart Operational Prosedure (SOP) dalam merespon konflik satwa liar dengan manusia.

SOP ini disusun bersama team leader Conservation Response Unit (CRU) seluruh Aceh di Hotel Pade, Banda Aceh selama tiga hari sejak 21-23 Juli 2017.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, pertemuan dengan team leader CRU seluruh Aceh ini untuk menyusun penyesuaian SOP unit-unit CRU yang terbangun di Provinsi Aceh.

“CRU merupakan salah satu solusi dalam penanggulangan konflik antara manusia dengan satwa liar di Aceh. CRU diharapkan dapat menjadi embrio dari unit pengelolaan kawasan perlindungan gajah,” tulis Sapto Aji Prabowo dalam keterangannya diterima acehterkini, Aleuhat (23/7/2017).

Kata Sapto, saat ini ada tujuh unit CRU yang telah di bangun di Provinsi Aceh, yaitu CRU Sampoiniet Aceh Jaya, CRU Alue Kuyun Aceh Barat, CRU Trumon di Aceh Selatan, CRU Manee di Pidie, CRU DAS Peusangan di Bener Meriah, CRU Cot Girek di Aceh Utara dan CRU Seba Jadi di Kabupaten Aceh Timur.

Menurut Kepala BKSDA Aceh, SOP CRU ini sangat penting agar pengelolaannya termasuk alur koordinasi dan komando dalam merespon dan memitigasi konflik gajah di lapangan dapat berjalan lebih baik lagi.

“Dengan adanya SOP CRU, para leader dan mahout di CRU memiliki acuan dan standar dalam melaksanakan setiap kegiatan,” terang Sapto Aji Prabowo.

Penyusunan SOP CRU ini digagas oleh BKSDA Aceh sebagai induk dari unit CRU dan terselenggara atas dukungan PT. Tunggal Perkasa Plantations (Astra Agro Lestari) yang saat ini menjadi supporting pendanaan pada CRU Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya. [Ril]

Comments
To Top