Peristiwa

Angin Kencang Rusak Lima Rumah di Banda Aceh

Rumah Warga di Alue Naga rusak diterjang angin kencang, Kamis (13/7/2017)

Foto | Istimewa

ACEHTERKINI.COM | Angin kencang menerjang Kota Banda Aceh, Kamis (13/7/2017) siang. Tidak ada korban jiwa, namun lima rumah warga dilaporkan rusak diterjang angin tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria mengatakan, kecepatan angin terpantau maksimum 32 knot pada Kamis (13/7/2017).

Musim angin kencang biasanya terjadi pada Mei sampai September atau biasa dikenal dengan musim barat. “Tahun ini sepertinya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan tahun lalu, kalau kecepatan anginya lebih dari 15 knot itu dikatagorikan angin kencang,” kata Zakaria, Kamis.

Ia menambahkan kecepatan angin yang tercatat di Kapal Krisna yaitu kapal SAR adalah 40 knot. Perbedaan yang tercatat di BMKG disebabkan kapal SAR mencatat kecepatan angin yang langsung diterima dari laut lepas, belum terjadi perlambatan oleh gedung dan pohon-pohon.

Informasi yang berhasil dihimpun acehterkini tadi sore, lima rumah warga yang rusak karena angin kencang berada di Kecamatan Ulee Kareng, Kecamatan Meuraxa dan Kecamatan Syiah Kuala.

Di Kecamatan Syiah Kuala dilaporkan rumah milik Tubaen (60) warga Desa Alue Naga rusak parah pada bagian atapnya yang terbuat dari rangka baja. Barang-barang dalam rumah tersebut basah diguyur hujan.

Kemudian di Kecamatan Ulee Kareng, rumah milik Surya (42) dan Khairan (62) warga Desa Ilie Ulee Kareng, Kota Banda Aceh juga rusak parah akibat dihantam pohon manga yang tumbang karena angin kencang. Angin kencang juga merusak dua rumah warga di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa pada Kamis siang tadi. [Firman]

To Top