Layanan Publik

Aminullah Usman Targetkan Masalah Air Bersih Tuntas 2019

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman meninjau instalasi pengolahan air bersih milik PDAM Tirta Daroy di Lambaro Aceh Besar, Senin (10/7/2017)

Foto | Istimewa

ACEHTERKINI.COM | Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman menargetkan masalah distribusi air bersih melalui PDAM Tirta Daroy tuntas 2019. Hal tersebut merupakan salah satu janji Aminullah Usman kepada masyarakat Banda Aceh saat maju pada Pilkada 2017.

“Kedatangan kami ke instalasi pengolahan air PDAM Tirta Daroy hari ini penting mengingat salah satu janji kami kepada masyarakat pada masa kampanye dulu adalah pada 2019 nanti pendistribusian air sudah merata di Banda Aceh. Untuk mencapai target tersebut, maka berbagai upaya akan kita lakukan bersama, karena air bersih merupakan sektor layanan publik yang utama selain kesehatan dan beberapa sektor lainnya,” ujar Aminullah Usman, Senin (10/7/2017).

“Kunjungan ini didasari masih banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan air PDAM di Banda Aceh. Saya ingin memahami apa yang menjadi kendala selama ini sekaligus ingin bersilaturahmi dengan seluruh direksi dan karyawan PDAM Tirta Daroy,” kata Aminullah Usman.

Menurut Aminullah Usman untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan memberikan reward dan punishment bagi karyawan PDAM Tirta Daroy untuk mendorong kinerja. “Kedepan PDAM Tirta Daroy dapat memberi pendapatan yang lebih besar bagi daerah,” tandasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil peninjauan dan penjelasan dari Dirut PDAM Tirta Daroy, proses pengolahan air di instalasi PDAM Lambaro yang mampu memproduksi 750 liter air per detik ini hanya bermasalah pada jaringan pipa dan tekanan air yang rendah.

“Pemko Banda Aceh akan mendukung penuh PDAM Tirta Daroy agar masalah air tuntas pada 2019 nanti. Kita akan prioritaskan kawasan-kawasan yang sudah bertahun-tahun belum mendapatkan air dengan maksimal,” sambung Aminullah.

Direktur PDAM Tirta Daroy, T. Novizal Aiyub mengatakan, persoalan air bersih di Kota Banda Aceh adalah kualitas air tanah di Banda Aceh tidak bagus, sementara masyarakat sangat bergantung pada air PDAM.

“Kendala teknis yang kita hadapi sekarang semrawutnya jaringan perpipaan termasuk masih besarnya kehilangan air akibat sambungan ilegal sehingga menyebabkan tekanan air rendah,” demikian T. Novizal Aiyub. [Edi]

To Top