Lingkungan

36 Titik Api Terpantau, BMKG Aceh: Penerbangan Belum Terganggu

Gambar Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda, Provinsi Aceh menemukan 36 titik panas yang terpantau pada Senin, 24 Juli 2017 pukul 07.00 wib hingga Selasa (25/7/2017) pukul 07.00 wib pagi tadi.

Kasi data dan informasi BMKG Aceh, Zakaria menyebutkan 36 titik panas itu terpantau dari hasil pantauan Sensor MODIS, satelit Terra dan Aqua dengan tingkat kepercayaan paling tinggi 92 persen di Aceh Barat dan paling rendah 24 persen di Nagan Raya.

Dalam laporannya di EWS BMKG Aceh, Selasa (25/7/2017), Zakaria menyebutkan 36 titik panas itu terpantau di delapan kabupaten kota, umumnya di wilayah barat selatan Aceh.

“Paling banyak di Aceh Barat, terpantau 15 titik di Kecamatan Johan Pahlawan, Kaway XVI, Samatiga, dan Woyla Barat,” sebut Zakaria.

Kemudian 11 titik panas di Nagan Raya, terpantau di Kecamatan Darul Makmur, dan Kecamatan Kuala. Sedangkan di Kota Cot Glie dan Lembah Seulawah, Aceh Besar hanya terpantau tiga titik.

Titik Panas, Sumber BMKG Aceh

Berikutnya di Aceh Jaya juga terpantau tiga titik di Kecamatan Teunom dan Panga. Aceh Tengah juga terpantau tiga titik di Kecamatan Celala dan Linge.

Kota Subulussalam terpantau dua titik di Kecamatan Rundeng. Sedangkan Gayo Lues dan Aceh Singkil hanya terpantau satu titik panas.

Yusri, salah seorang warga Alue Bilie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya kepada acehterkini mengatakan, kabut asap masih melanda Nagan Raya, Aceh Barat dan sebagian Aceh Jaya.

“Kabutnya tebal sekali, tapi kalau perjalanan siang masih bisa dijangkau oleh mata, tidak berani kalau perjalanan malam, kabut asapnya mulai Gunung Trans Nagan Raya, kemudian di Aceh Barat sampai Teunom, Aceh Jaya,” kata Yusri baru tiba di Banda Aceh, Selasa pagi tadi.

Terkait kabut asap ini, Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria menambahkan kabut asap yang di Aceh Barat lebih berpotensi bergerak ke sebahagian Aceh Utara, Lhokseumawe dan Bireuen.

Sementara untuk Meulaboh jarak pandangnya atau visibilitynya hanya 6-7 kilometer. “Sudah terlihat adanya kabut asap, namun belum berdampak buruk terhadap penerbangan,” demikian Zakaria. [Firman]

To Top