Sosial

Turunnya Al Quran dari Berbagai Pendapat Ulama

ACEHTERKINI.COM | Al quran merupakan kalam Allah yang menjadi sandaran utama umat Islam. Al-quran bukanlah buatan Rasulullah tetapi murni kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril .

Dikutip dari Lajnah Bathsul Masail (LBM) Mudimesra, Seulanyan (12/6/2017) Allah swt memuliakan Al-quran dengan membagi fase penurunan al-quran kepada tiga fase:

Di turunkan ke Lauh Mahfudh
Dalil bahwa Allah menurunkan al-quran ke Lauh Mahfudh adalah firman Allah dalam surat al-Buruj ayat 21-22: Bahkan ia (yang mereka dustakan) itu ialah Al Quran yang mulia. Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.(al-Buruj ayat 21-22)

Al-quran berada di Lauh Mahfudh dengan cara dan dalam masa yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah dan makhluk yang Allah kehendaki untuk mengetahui perkara ghaibNya.

Hikmah Allah tetapkan al-quran di Lauh Mahfudh kembali kepada hikmah di ciptakan Lauh Mahfudh itu sendiri yaitu sebagai satu bukti yang menunjuki kebesaran ilmu dan iradah Allah dimana seluruh kejadian yang telah berlalu dan yang akan terjadi telah tertulis di Lauh Mahfudh.

Di turunkan ke Baitil ‘izzah
Dalil yang menunjuki hal ini adalah firman Allah dalam al-quran.  Dalam surat ad-Dukhan ayat 3 Allah berfirman: Sesungguhnya kami turunkannya (al-quran) pada malam pebuh barakah

Dalam surat al-Qadr ayat 1 Allah berfirman: Sesungguhnya Kami turunkan al-quran pada malam penuh barakah.

Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 185 : Bulan Ramadhan yang dii turunkan padanya al-quran sebagai petunjuk bagi manusia…(Q.S. al-Baqarah ayat 185)

Dalam tiga ayat tersebut Allah menyatakan Al-quran diturunkan secara penuh dalam satu malam. Dari surat ad-Dukhan dapat di ketahui bahwa malam di turunkan Al-quran adalah malam yang penuh barakah. Dari surat al-qadr dapat di ketahui bahwa al-quran di turunkan tepat pada malam lailatul qadar, dan dalam ayat 185 al-Baqarah dapat di pahami bahwa al-quran itu di turunkan pada bulan Ramadhan.

Maka bila pemahaman ketiga ayat ini disatukan maka hasillah kesimpulan bahwa al-quran di turunkan pada malam lailatul qadar dalam bulan Ramadhan yang merupakan malam penuh barakah. Dengan demikian tidak terjadi kontradiksi di antara ketiga ayat ini.

Hikmah diturunkan al-quran ke Baitil ‘Izzah sebagaimana disebutkan oleh Abu Syamah adalah untuk mengagungkan al-quran sendiri dan Nabi Muhammad SAW dengan ditempatkan al-quran terlebih dahulu di Baitil Izzah yang merupakan Ka’bahnya para malaikat maka hal ini menjadi satu pemberitahuan terlebih dahulu kepada penghuni langit bahwa al-quran ini adalah kitab yang mulia yang diturunkan kepada penutup Rasul untuk umat yang paling mulia, umat akhir zaman.

Di turunkan kepada Rasulullah SAW
Fase terakhir penurunan al-quran adalah diturunkan al-quran langsung kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril as. Dalil fase ini adalah firman Allah dalam surat asy-Su’ara` ayat 193-195:

dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (Q.S. asy-Syu’ara` 193-195)

Proses di turunkan al-quran kepada Rasulullah berlangsung secara bertahap selama 23 tahun sesuai dengan kebutuhan menurut kejadian yang terjadi.

Waktu Nuzul al-Quran
Para ulama sepakat bahwa al-quran di turunkan kepada Rasulullah tepat pada hari senin sebagaimana Sabda Rasulullah sendiri ketika di tanyakan tentang hari senin, beliau menjawab:

Itu adalah hari aku di lahirkan dan aku di bangkitkan (diangkat sebagai Rasul) atau hari di turunkan al-quran kepadaku (H.R. Muslim)

Para ulama berbeda pendapat tentang bulan dan tanggal di turunkan al-quran. Beberapa ulama berpendapat bahwa al-Quran secara sekaligus di turunkan ke Baitil ‘izzah pada malam Lailatul qadar tepatnya 24 Ramadhan, karena lailatul qadar pada tahun tersebut jatuhnya pada 24 Ramadhan, kemudian keesokan harinya yaitu pada hari bulan Ramadhan ke 24, malaikat Jibril menurunkan surat al-‘Alaq yang merupakan wahyu pertama kali kepada Rasulullah di gua Hira.

Imam Ahmad dan Imam Baihaqy meriwayatkan dari Wailah:

Sesungguhnya Nabi SAW berkata : di turunkan kitab Taurat pada 6 Ramadhan, Injil 13 Ramadhan, Zabur 18 Ramadhan dan al-quran 24 Ramadhan. (H.R. Imam Ahmad)

Pendapat ini juga merupakan pendapat yang di pilih oleh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab fatawa Haditsyah ketika menjawab pertanyaan kapan di turunkan al-quran.

Turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah merupakan tanda awal bi’tsah Rasulullah (pengangkatan beliau sebagai Rasul). Imam Zarqani mengatakan bahwa pendapat bahwa bi’tsah Rasulullah pada 24 Ramadhan merupakan pendapat kebanyakan para ulama dan merupakan pendapat yang masyhur di kalangan jumhur ulama.

Namun selain pendapat bahwa al-quran di turunkan pada malam ke 24, ada juga beberapa pendapat lain bahwa al-quran di turunkan pada malam 17 Ramadhan yang di riwayatkan oleh Ibnu Sa’ad, dan ada juga yang berpendapat 7 Ramadhan.

Pendapat 17 Ramadhan merupakan pendapat yang di pilih oleh Imam al-Qasthalani dalam kitab beliau Irsyad as-Sari Syarah Shahih Bukhari. Pendapat ini juga di utarakan oleh Mahmud Basya al-Falaky, pendapat ini juga yang masyhur dan diperingati di kalangan masyarakat.

Sumber : LBM Mudi Mesra

 

To Top