Layanan Publik

Sampaikan LKPJ 2016, Ini Penjelasan Walikota Banda Aceh

Illiza Sa'aduddin Djamal

ACEHTERKINI.COM | DPRK Banda Aceh menggelar sidang paripurna istimewa dengan agenda penyampaian penjelasan dan penyerahan secara resmi LKPJ Walikota tahun anggaran 2016.

Sidang yang digelar Jum’at (2/6/2017) dipimpin Ketua DPRK Arief Fadillah dan dihadiri mayoritas anggota DPRK Banda Aceh. Turut hadir juga Wakil Walikota Drs H Zainal Arifin, Sekdakota Ir Bahagia DiplSE dan sejumlah Kepala SKPD jajaran Pemko.

Dalam LKPJ tersebut, Illiza menjelaskan LKPJ Walikota Banda Aceh tahun 2016, secara garis besar menggambarkan arah kebijakan umum Kota Banda Aceh selama satu tahun anggaran 2016.

Laporan ini juga memaparkan pengelolaan keuangan secara makro, penyenggaraan urusan desentralisasi, tugas pembantuan serta tugas umum pemerintahan.

Kata Illiza, tahun 2016 merupakan tahun yang krusial bagi pencapaian visi dan misi Kota Banda Aceh 2012 – 2017 sebagai Model Kota Madani.

Target dalam RPJMD, sebagian besar telah tercapai, terlihat dari semakin baiknya penerapan dan pemahaman masyarakat tentang Syariat Islam, meningkatnya aktivitas keagamaan baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, perkantoran, maupun ruang publik lainnya.

Banda Aceh juga berhasil menerapkan program reformasi birokrasi dan meningkatan tata kelola pemerintahannya melalui berbagai efisiensi dan peningkatan kinerja dan inovasi pegawai dan SKPD.

Pendidikan dan kesehatan, serta tingkat kesejahteraan di Banda Aceh menunjukkan kualitas yang sangat baik terlihat dari indeks Pembangunan Manusia sebagai IPM tertinggi kedua di Indonesia.

Pemanfaatan teknologi juga berkembang semakin baik dan saat ini telah diterapkan dalam berbagai sistem pelayanan publik.

Program-program lingkungan juga terus dilaksanakan di tahun 2016 bersamaan dengan berbagai pembangunan infrastruktur pendukung investasi, pariwisata, serta perumahan dan permukiman yang sehat dan sesuai standar.

Dari sisi pendapatan asli daerah, terlepas dari berbagai permasalahan sumber pendapatan daerah di Kota Banda Aceh yang terbatas, berbagai alternatif upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan.

“Hasilnya di tahun 2016, Banda Aceh berhasil terus meningkatkan PAD hingga mencapai target sebesar 110,5 persen atau sebesar lebih dari 258 Milyar rupiah. Hal ini merupakan hasil dari tindakan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan di Kota Banda Aceh,” ungkap Illiza.

Illiza menjelaskan, peningkatan PAD tidak terlepasa dari kebijakan pengelolaan yang dilakukan diantaranya adalah mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan yang berkelanjutan, melakukan pemeriksaan rasio keuangan usaha-usaha tertentu, sosialisasi dan pengarahan, serta penerapan bebagai sanksi bagi penunggak pajak.

Meski banyak tantangan dan hambatan yang dilalui, namun berkat dukungan dan kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif serta seluruh pihak yang mendukung lainnya, Banda Aceh berhasil menyelesaikan tantangan tersebut.

“Dan Banda Aceh tetap menjadi “wajah” ibukota Provinsi yang dapat dibanggakan oleh seluruh warga Aceh,” ujarnya. [Edi]

To Top