Sosial

Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di ISBI Aceh

Peresmian ISBI Aceh | dok.

ACEHTERKINI.COM | Puluhan mahasiswa bersama dua orang dosen Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencopotan Rektor ISBI Aceh yang dinilai belum bisa memberikan sarana dan prasarana untuk pembangunan kampus seni dan budaya tersebut.

Rektor ISBI Aceh, Ahmad Akmal kepada acehterkini, Jum’at (02/6/2017) mengatakan, belum ada pertemuan dengan dosen sampai saat ini.

Rektor ISBI Aceh, Ahmad Akmal

“Memang tadi ada aksi, tapi sudah dibubarkan polisi karena aksi tersebut tidak ada izin, memang ada dosen yang diamankan polisi saat aksi tadi, aksi tadi lakukan oleh dua orang dosen dan 30 orang mahasiswa,” kata Rektor dalam pesan singkatnya.

Terkait dengan sarana dan prasarana kampus, Rektor ISBI Aceh mengatakan memang sudah dua tahun ini memang tidak ada pada setiap perguruan tinggi.

Berita Terkait : 29 Dosen ISBI Aceh Tuntut Copot Rektor

Sementara itu, informasi dari Polres Aceh Besar, aksi yang digelar mahasiswa di ISBI Aceh tadi cukup kondusif. Aksi tersebut menuntut pencopotan rektor ISBI Aceh karena belum bisa menyediakan sarana dan prasarana kampus.

“Memang tadi ada yang diamankan, tapi dalam rangka duek pakat dengan rektor, dosen dan mahasiswa untuk membahas persoalan tersebut. Alhamdulillah sekarang aktifitas kampus sudah mulai normal kembali,” kata salah seorang pejabat di Polres Aceh Besar.

Diberitakan sebelumnya yang menjadi pemicu persoalan ini adalah sistem kekeluargaan (nepotisme) terlalu besar di lingkungan staf Kependidikan kerja ISBI Aceh dan Rektor melegalkannya. Selanjutnya juga sampai hari ini tidak ada kejelasan kurikulum yang dipakai sementara kurikulum pendirian sudah ditinggalkan.

Persoalan lain, ISBI Aceh belum melakukan akreditasi, padahal menurut aturan paling lambat dua tahun ISBI harus sudah terakreditasi, ini dikarenakan ketidaktahuan Rektor dalam hal pengelolaan Perguruan Tinggi. Juga belum ada satu Dosen pun yang memiliki NIDN, sebagai syarat mengajar dan akreditasi.

Kerenanya, dalam surat mosi tak percaya, mereka meminta Menristekdikti untuk meninjau kembali SK perpanjangan jabatan Rektor ISBI Aceh, dan memakzulkan untuk dicopot. Juga meminta Menristekdikti untuk melakukan reformasi birokrasi di ISBI Aceh, agar Kolusi, Korupsi dan Nepotisme dapat diberantas sesuai nawacita. [Firman]

To Top