Sosial

Puasa Enam Hari di Bulan Syawwal

ACEHTERKINI.COM | Puasa enam hari di bulan Syawwal hukumnya adalah sunnah. Rasulullah saw bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia (pahalanya) seperti puasa setahun penuh.” (HR.Ahmad, V/417; Muslim, II/822; Abu Daud, 2433; At-Turmudzi, 1164).

Nabi Muhammad saw telah menjelaskan bahwa siapa saja yang berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka pahalanya seperti berpuasa setahun penuh, sebagaimana terdapat di dalam hadits di atas. Rasulullah saw menafsirkan hal itu dengan mengatakan, “Siapa yang berpuasa enam hari setelah ‘Idul Fitri, maka ia merupakan pelengkap satu tahun. Barangsiapa yang melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya.”

Di dalam riwayat lain disebutkan, “Allah menjadikan satu kebaikan (setara) dengan sepuluh kali lipatnya, (puasa) satu bulan dengan (pahala puasa) sepuluh bulan dan puasa enam hari dengan (pahala puasa) setahun penuh.” (HR. An-Nasa’i dan Ibn Majah. Lihat, Sha¬hih at-Targhib Wa At-Tarhib, I/421).

Imam Ahmad rahimahullah dan An-Nasa’i, meriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Puasa Ramadhan senilai dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawwal, pahalanya) senilai dengan (puasa) dua bulan, maka itulah puasa selama setahun penuh.” (HR. Ibnu Khuzaimah di dalam kitab shahihnya).

Puasa enam hari di bulan Syawwal setelah Ramadhan menyempurnakan pahala puasa setahun penuh. Ia ibarat shalat sunnah rawatib sebelum atau sesudah shalat fardhu. Dengan begitu, maka ketimpangan dan kekurangan yang terdapat pada shalat fardhu dapat disempurnakan, karena pada hari Kiamat nanti amalan-amalan wajib akan disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah.

Puasa enam hari di bulan Syawwal dianjurkan memulai pada hari Syawwal kedua, sebab hal itu merupakan bentuk menyegerakan berbuat baik. Niatnya diharuskan dari malam harinya sebelum fajar pada puasa enam hari.

Bagi yang memiliki kewajiban mengqadha puasa Ramadhan maka sebaiknya dilakukan terlebih dahulu sebab hal itu lebih terjamin bagi hutangnya, karena amal wajib harus didahulukan atas amal sunnah.

Sumber: Ahkaam Shiyaam as-Sitt Min Syawwal karya Muhammad bin ‘Abdullah bin Shalih Al-Habdan.

To Top