Hukum

Polisi Rekontruksi Kasus Pembunuhan 3 Warga Abdya

Rekontruksi Pembunuhan di Aceh Barat Daya

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Setelah usai melakukan penyidikan, Polisi akhirnya melakukan reka ulang (rekontruksi) kasus pembunuhan yang menewaskan tiga warga Aceh Barat Daya (Abdya) di kediaman korban Hj Wirnalis (60), Jalan Lukman, Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpdie, Rabu (7/6/2017) sekitar pukul 8.30 WIB.

Berita Terkait : Nenek dan Cucunya Tewas Bersimbah Darah di Abdya

Pada saat rekontruksi berlansung, warga dilarang mendekat kelokasi karena akan mengganggu jalannya proses rekontruksi.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta aman dan berjalan dengan lancar, maka pelaksanaan rekontruksi ini terpaksa di buat garis polisi (police line) agar tidak ada warga yang melintas keluar masuk,” ungkap Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc diruang kerjanya, Rabu (07/6/2017).

Berita Terkait : Polisi Lidik Motif Pembunuhan Tiga Warga Abdya

Kata Kapolres Andy, pelaku memperagakan 12 adegan pada saat melakukan aksinya di rumah korban Hj Wirnalis yang juga menewaskan kedua cucunya Fakhrurrazi (12) dan Habibi Askhar Balihar (8). Pelaku berinisial ES (27) warga Kampung Lemah Burbana, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah itu, menaiki pagar samping rumah korban menuju pintu belakang untuk mencoba masuk kedalam rumah.

Upaya pelaku masuk lewat pintu belakang gagal dan memutar arah melalui samping rumah seterusnya naik kelantai dua dengan menggunakan kayu sepanjang dua meter untuk mempermudah pelaku masuk melalui lantai dua. Karena pintu ruangan dilantai dua tidak permanen, dengan mudah dibobol oleh pelaku.

Berita Terkait : Pelaku Pembunuhan Warga Abdya Ditahan, Ancaman Seumur Hidup

Pada saat pelaku sudah berada didalam rumah. Hj Wirnalis yang ketika itu sudah tertidur bersama kedua cucunya sempat terbangun dan langsung mengarahkan cahaya senter ke arah pelaku. Tiba-tiba korban (Hj Wirnalis) berteriak, dengan cepat pelaku lansung mengarahkan senjata tajam ketubuh korban.

Karena mendengar teriakan sang nenek, Fakrurrazi yang sedang tertidur dikamar langsung bangun dan berteriak, hingga pelaku melayangkan pisau ketubuh korban sebanyak dua kali dibagian depan dan belakang. Selanjutnya Habibi yang sedang tertidur pulas juga ikut terkena tikaman dari pelaku.

Selanjutnya, pelaku berupaya kabur dengan menggunakan sepeda motor yang berada di dalam rumah korban. Naasnya, sepeda motor tersebut tidak mau menyala, akhirnya pelaku mendorong kembali sepeda motor kedalam rumah. Terakhir, pelaku langsung kabur meninggalkan tempat kejadian dan sempat mengunci pintu rumah korban.

“Dalam rekontruksi ini, kita melibatkan pihak Kejaksaan Negeri Abdya selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut. Dimana, rekontruksi ini juga sebagai kelengkapan untuk dilimpahkan kepada kejaksaan hingga masuk tahap P21,” sebut Kapolres Andy didampingi Kasat Reskrim AKP Misyanto dan Kasubbag Humas Iptu Mardiansyah.

Hasil konsultasi dengan pihak kejaksaan, kepada pelaku akan dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana, selanjutnya pasal 339 tentang pembunuhan yang didahului dengan kekerasan junto pasal 338 tentang pembunuhan. Kemudian, karena ada korban di bawah umur, maka pelaku juga akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman Mati.

Terakhir, Kapolres Andy juga menyebutkan, kalau pelaku ES pernah menjalin hubungan asmara dengan keponakan korban Hj Wirnalis yang berinisial Rm. Dalam perjalannya, hubungan pelaku tersebut tidak direstui oleh korban. Sehingga dengan waktu yang lama, Rm sudah berkeluarga dengan orang lain.

“Dalam kasus ini kita sudah memeriksa 15 saksi termasuk Rm yang pernah menjalin asmara dengan pelaku. Disimpulkan, pembunuhan ini memang sudah direncanakan karena pelaku juga membawa pisau yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya,” demikian sambung Kapolres Andy. (Rizal).

To Top