Hukum

Polisi Jaring Aksi Balap Liar di Abdya

Puluhan unit sepmor balap liar beserta pemiliknya diamankan Satuan Lantas Polres Abdya, Jum’at sore (2/6)

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Polres Aceh Barat Daya berhasil menjaring 41 unit sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar oleh anak-anak muda menjelang berbuka puasa di kawasan Padang Meurantee, Desa Geulima Jaya, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Jum’at (02/6/2017).

Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK MSc melalui Kasat Lantas Iptu RJ Agung Pratomo SIK menjelaskan, pihaknya berhasil menjaring 41 unit kendaraan bermotor (ranmor) balap liar di Dusun Padang Merante, Desa Gelima Jaya, Kecamatan Susoh, pada saat menjelang berbuka puasa. Penertiban ini dibantu Satuan Sabhara.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya lansung menyisir ke lokasi tempat para pembalap liar tersebut beraksi. Kata Agung, masyarakat sangat terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh suara knalpot blong/resing yang digunakan para pembalap.

Ditambah lagi, aksi balap liar tersebut dilakukan pada saat suasana sepi, yakni jelang buka puasa, ketika sedang melaksanakan Shalat Tarawih atau pada tengah malam. “Upaya ini kita lakukan agar tidak ada masyarakat yang terganggu selama menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan,” kata Agung, Sabtu (3/6/2017).

Sebanyak 41 unit sepmor balap liar tersebut tetap ditilang dan pemilik wajib mengikuti proses persidangan di Pengadilan Negeri Tapatuan, Kabupaten Aceh Selatan.

“Saat ini, kita sedang memeriksa 41 unit sepmor tersebut, mulai dari kelengkapan surat-surat kendaraan serta status kepemilikan kendaraan dimaksud, karena banyak dari sejumlah sepmor itu telah dimodifikasi,” jelasnya.

Ditambahkan, sewaktu akan mengambil kendaraan nantinya, pemilik wajib membawa knolpot standar untuk menggantikan knolpot racing yang terpasang di sepmor. “ini sebuah pelajaran serta pemahaman kalau balap liar itu dilarang secara hukum. Kita akan melakukan razia semacam ini lagi, agar balapan liar tidak merajalela di Abdya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada pemilik bengkel untuk tidak menfasilitasi kegiatan balap liar, seperti memodifikasi motor-motor yang digunakan anak-anak muda untuk balapan liar serta penyediaan knalpot blong. Selanjutnya, pihak bengkel dihimbau agar tidak sembarangan membeli sepmor tanpa surat-surat kepemilikan yang resmi.

“Jika itu dilakukan maka pihak bengkel itu bisa disebut sebagai penadah yang tentunya akan berurusan dengan hukum,” demikian tambah Agung. (Rizal).

To Top