Ekonomi

Petani Abdya Sulit Dapatkan Pupuk Phonska Subsidi

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah petani di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai resah dengan kondisi tanaman padi yang belum maksimal mendapatkan asupan pupuk, terutama untuk jenis Phonska yang dilaporkan sejak memasuki masa tanam sudah kurang beredar di sejumlah kios pengecer dalam kabupaten setempat.

Phonska yang disubsidi pemerintah tersebut mulai langka hingga tanaman padi sudah memasuki umur tiga minggu. Sejumlah kios pengecer tak terlihat menyediakan pupuk phonska subsidi. Malahan yang non subsidi juga tidak terlihat sama sekali. Dengan demikian banyak petani yang beralih kepada pupuk lain yang terkadang kualitasnya masih diragukan.

Sementara itu, harga pupuk selain phonska tergolong mahal mulai dari Rp.150 ribu sampai dengan Rp.300 ribu bahkan ada yang di atas itu lagi.

“Phonska subsidi seharga Rp.115 ribu perkarung isi 50 kilogram, kalau pupuk NPK lainnya cukup mahal, sementara kami hanyalah petani biasa yang tak memiliki modal besar,” kata Rusli salah satu petani asal Kecamatan Tangan-Tangan, Kamis (15/6/2017).

Disampaikannya, kelangkaan pupuk ini sudah berlangsung kurang lebih tiga minggu, hal ini diduga karena kebutuhan pupuk menjadi sangat tinggi ditingkat petani baik padi atau tanaman lainnya. Sedangkan stok yang ada masih sangat terbatas.

Katanya, Sebagian petani terpaksa membeli pupuk non subsidi karena khawatir padinya mengalami keterlambatan pemupukan, namun nyatanya pupuk non subsidi pun juga sulit diperoleh.

“Kami bingung harus mencari kemana lagi. Jika tidak mendapatkan asupan pupuk maka kegagalan yang akan kami terima nantinya,” tambah Rusli.

Guna mendapatkan pupuk, setiap hari petani harus mendatangi sejumlah kios pengecer untuk menanyakan kapan phonska datang, Namun dapat dipastikan jika phonska datang, para petani berebut dan ada yang tidak mendapatkan bagian.

“Pemilik kios juga tidak bersedia dititip uang untuk pembelian Phonska, takutnya mereka tidak bisa menjamin ada atau tidaknya pupuk tersebut,” kata Ramli petani lainnya diwilayah setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Ir Muslim mengemukakan kalau pupuk untuk jenis Phonska tidak langka di Abdya termasuk untuk jenis pupuk lainnya yang sering digunakan oleh petani.

“Pupuk tidak langka di Abdya, akan tetapi sedang dalam proses distribusi. Beberapa waktu lalu kita sudah mendapatkan kiriman pupuk phonska sebanyak 100 ton, selanjutnya sudah kita layangkan permintaan kembali 100 ton lagi. Insya Allah dalam dua hari ini akan tiba,” kata Muslim saat dihubungi wartawan secara terpisah.

Dikatakan Muslim, kondisi sulitnya mendapatkan pupuk phosnka seperti sekarang ini tidak akan berlangsung lama, hanya terkendala proses distribusi saja. Lantaran surat keputusan (SK) kebutuhan pupuk untuk tahun 2017 ini sudah ditanda tangani pihaknya. Dimana, Kuota pupuk phonska untuk Abdya sebanyak 2200 ton termasuk cadangan dalam satu tahun anggaran.

“Jadi proses distribusinya bertahap, jika dalam 100 ton sekali pengiriman, maka akan dibagi untuk wilayah Blangpidie dan Susoh sebanyak 40 ton, sisanya akan dibagi ke kecamatan lainnya sesuai dengan luas areal tanam melalui 25 kios pengecer yang ada di Abdya,” demikian Muslim. (Rizal)

To Top