Ekonomi

Pedagang Peci di Laris Manis

ACEHTERKINI.COM | Sejak awal bulan Ramadhan 1438 Hijriah, penjualan peci di sejumlah pasar dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) laris manis. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga menyambut hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Munandar salah seorang pembeli asal Kecamatan Tangan-Tangan, Jumat (16/6/2017) mengatakan, umumnya masyarakat ingin tampil beda saat menyambut puasa Ramadan dan Idul Fitri, terutama mengenai kelengkapan untuk beribadah. Peci memang diburu masyarakat apalagi menyambut puasa dan lebaran. Kondisi tersebut memang sudah membudaya.

Pedagang peci di Pasar Blangpidie, Murtadha mengaku terjadi peningkatan penjualan peci sampai pertengahan bulan puasa ini. Untuk mengatasi kekurangan barang dan memenuhi permintaan konsumen, pihaknya telah melakukan persiapan sejak awal dengan menambah persediaan peci dari berbagai jenis sehingga ragam jenis peci sesuai dengan permintaan konsumen dapat terpenuhi.

Disebutkan, harga peci yang dijual bervariasi, mulai dari harga Rp10 ribu hingga ratusan ribu, tergantung jenis dan bahan yang digunakan. Umumnya, peci yang dijualnya adalah produk lokal, namun ada juga yang didatangkan dari Medan.

Selama Ramadhan sudah ratusan peci laku terjual. Omzetnya bisa mencapai jutaan rupiah. Kebanyakan warga mencari bentuk peci yang kerap digunakan para ustad yang sering tampil di televisi. Namun, ada pula yang lebih menyukai peci atau kopiah yang model klasik, seperti peci khas Aceh dengan ciri khas rencong dan motif pintu Aceh.

“Peningkatan penjualan mencapai sekitar 25 persen. Kalau hari-hari biasa pembeli agak susah, sekarang lumayan laris,” katanya.

Ditambahkan, kondisi itu memang selalu terjadi ketika datangnya Ramadhan, menyambut hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. (Rizal)

Comments
To Top