Peristiwa

Mayat di Sungai Babahrot Ternyata Warga Alue Beuliung

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Mayat laki-laki yang ditemukan oleh warga Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di bawah jembatan sungai tepatnya di Desa Pante Cermen pada Kamis (1/6/2017) kemarin, ternyata warga Dusun Alue Beuliung, Desa Alue Jeurejak, Kecamatan Babahrot.

Kepala Tata Usaha (TU) Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya Mulyadi mengatakan, kalau pihak keluarga sudah melakukan penjemputan terhadap korban yang ditemukan mengapung pinggir kepala jembatan sungai Babahrot. Korban diketahui bernama Zainal Abidin umur 55 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai pekebun diwilayah setempat.

“Pihak keluarga sudah membawa pulang jasad korban dengan menggunakan ambulance menuju rumah duka di Desa Alue Beuliung, Kecamatan Babahrot untuk dilakukan proses pemakaman,” kata Mulyadi kepada acehterkini, Jum’at (2/6/2017).

Dikatakan Mulyadi, baru semalam jasad korban berada di Kamar Mayat RSUTP Abdya. Rencananya, jika pihak keluarga atau kerabat tidak ada yang mengenalinya, maka dalam dua hari ini akan dilakukan proses pemakaman oleh pihak rumah sakit.

“Memang banyak warga yang berdatangan untuk memastikan jasad korban tersebut, akan tetapi tidak ada satupun yang mengenalinya. Baru sekarang ada pihak keluarga yang datang langsung mengenali jasad tersebut dengan ciri-ciri yang ada pada tubuh korban,” ungkap Mulyadi.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan dr. Aga Sunanda Imanda di RSUTP Abdya kalau kondisi mayat sudah mengapung di sungai sekitar 2 sampai 3 hari. Katanya, pada tubuh mayat hanya terdapat luka-luka lecet kecil saja, kemungkinan terkena gesekan batu pada saat tubuh pria itu hanyut terbawa arus sungai.

“Kita hanya menemukan luka-luka lecet saja pada bagian tubuh mayat itu, kalau untuk luka lainnya yang diduga akibat kekerasan tidak kita temukan,” tutur dr Aga yang bertugas di RSUTP Abdya.

Disisi lain, dr Aga juga melihat kalau gigi mayat tersebut sudah banyak yang ompong, terutama gigi depan atas. Sementara untuk gigi bawah bagian depan hanya tersisa dua lagi.

“Jika dilihat dari ompongnya gigi, kemungkinan memang tinggal dengan sendirinya bukan karena kekerasan atau sejenisnya,” tambah dr. Aga ketika dikonfirmasi wartawan melalui ponselnya.

Amatan dilapangan, banyak warga dari kecamatan Babahrot bahkan Gayo Lues yang mendatangi RSUTP Abdya untuk memastikan kemungkinan pihak keluarga mereka yang ditemukan tersebut.

Dimana, menurut salah satu warga yang berkunjung, ada sejumlah kerabat mereka yang masih melakukan aktifitas mencari ikan disepanjang aliran sungai mulai dari Gayo Lues sampai ke Babahrot. (Rizal).

To Top