Lingkungan

Cuaca Panas, Warga Abdya Kesulitan Mendapatkan Air

Debit air di Krueng Susoh, Abdya semakin berkurang sejak musim kemarau melanda kabupaten dalam dua pekan terakhir, Rabu (14/6/2017).

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Akibat cuaca panas yang terus-menerus melanda wilayah Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya membuat debit air di sejumlah sungai semakin berkurang dan terancam bakal mengalami kekeringan.

Diamati dari sejumlah sungai dalam wilayah Abdya, terdapat beberapa sungai yang sudah mulai berkurangnya debit air, seperti sungai (krueng) Babahrot, Krueng Alue Pisang, Pucok Krueng, Desa Alur Sungai Pinang, Krueng Susoh, Krueng Suaq, Krueng Tangan-Tangan, Krueng Manggeng, termasuk Krueng Baru yang selalu menyuplai air dengan jumlah besar, juga mengalami penyusutan debit air.

Bukan hanya sungai, sejumlah anak sungai lainnya juga menjadi sasaran kekeringan. Dimana para petani sangat bergantung dengan air yang selalu mengalir melalui anak sungai tersebut. karena musim kemarau, maka untuk mengaliri air kesawah terpaksa tertahan sementara karena tidak ada air.

Zubir warga Kecamatan Tangan-Tangan, Rabu (14/6/2017) mengaku hampir dua hari ini terpaksa harus meminta air dari tetangga terdekat. Dimana selama musim panas melanda Abdya, kebanyakan debit air di sumur warga mulai berkurang. Selain itu, kebutuhan air untuk areal persawahan juga susah didapat, apalagi saat ini tanaman padi sangat membutuhkan air.

“Kita terpaksa mengambil air ditempat tetangga yang masih tersedia air dalam sumurnya,” ujar Zubir.

Mahmud warga Kecamatan Jeumpa juga merasa khawatir jika kondisi cuaca panas dengan suhu mencapai 31-35 derajat celcius akan berdampak buruk bagi kesehatan serta dapat menimbulkan masalah lain seperti kebakaran hutan serta lahan gambut.

“Selain sebagian besar warga yang bekerja di sawah harus menghentikan aktivitasnya, juga debit air sungai menurun drastis menyebabkan sebagian pelanggan sistim penyaluran air minum (SPAM) tak lagi dapat menikmati air bersih,” paparnya.

Cuaca panas menyusul sengatan terik matahari pada siang hari mulai menimbulkan penyakit pada anak-anak, terutama flu, pilek dan batuk-batuk. Sehingga memaksa orangtua melarang anak-anaknya bermain di tempat terbuka pada siang hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Provinsi Aceh memperkirakan cuaca panas akan melanda Aceh Barat Daya hingga Sabtu, 17 Juni 2017 pukul 07.00 wib. Hujan ringan diprediksi akan turun pada pagi hari Kamis dan Jumat besok. (Rizal)

To Top