Sosial

BFLF Abdya Bantu Rumah Muskin Type 5×6 Meter

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Barat Daya (Abdya) menfasilitasi pembangunan dua unit rumah warga miskin di Desa Pusu Ingin Jaya, Kecamatan Manggeng, kabupaten setempat yang dinilai sudah tidak layak huni.

Pembangunan rumah tersebut merupakan sumbangan (sadaqah) secara massal dari berbagai pihak yang tidak mengikat. Uluran tangan terus mengalir untuk pembangunan rumah Khatijah (70) yang tinggal bersama satu anaknya. Selain itu, juga terhadap rumah Midansyah (40) yang tinggal bersama istri dan dua orang anaknya.

“Ini sebagai bentuk kepedulian BFLF Abdya, kita memagang moto Rumah Mu Amal Ibadah Ku 02 dan 03. Sebelumnya, kita juga sudah menfasilitasi pembangunan rumah untuk nek Biyah di Kecamatan Kuala Batee,” kata Pembina BFLF Abdya Muslizar MT, Sabtu (3/6/2017).

Menurut Wakil Bupati Abdya terpilih itu, rumah tersebut akan dibangun dalam bentuk semi permanen dengan tipe 5×6 meter yang memiliki dua kamar. “Untuk kelancaran proses pembangunannya tergantung kepada para donatur yang mau mengulurkan sadaqahnya untuk dua keluarga di desa Pusu Ingin Jaya tersebut,” tutur Muslizar.

Pihaknya menargetkan, rumah layak huni untuk nek Khatijah dan Midansyah akan selesai dalam 15 hari kedepan. Paling tidak sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, mereka sudah bisa menempatinya dan berhari raya bersama keluarga mereka masing-masing.

“Besar harapan kiranya kepada para donatur yang mau mengulurkan tangan untuk pembangunan rumah saudara kita yang tidak mampu ini, apalagi dalam momentum Bulan Suci Ramadhan,” sambung Muslizar pendamping dari Bupati Abdya terpilih Akmal Ibrahim SH.

Dikatakan, Muslizar, kedua rumah warga di Desa Pusu Ingin Jaya tersebut memang sudah sangat layak untuk dibantu. Menurutnya, rumah mereka sama-sama dalam kondisi sudah tidak layak huni. Seperti rumah Midansyah, disamping terbuat dari anyaman bambu yang sudah rapuh, atap rumah juga sudah banyak yang bocor karena terbuat dari daun rumbia.

Selain itu, Midanyah juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Apa saja bentuk pekerjaan terus dilakoninya yang penting halal untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. Walaupun, anak bungsunya sedang menderita gejala ginjal yang dilaporkan sempat menjalani perawatan selama 20 hari di RSUTP Abdya.

“Saat ini, sedang dilakukan proses pembangunan untuk kedua rumah tersebut. Sebelumnya Kapolsek Manggeng Iptu Sunardi Yasmin sudah melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda berlanjutnya proses pembangunan rumah warga miskin itu,” tambah Muslizar didampingi Kabid Kesehatan BFLF Abdya Arol Sejuta. (Rizal).

To Top