Sosial

Besok, Nelayan Pidie Jaya yang Terdampar di Thailand tiba di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Dua orang nelayan Aceh yang terdampar di Phang Nga, Thailand dipastikan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Jum’at (2/6/2017) pagi. Informasi kepulangan dua nelayan Aceh ini diterima dari Sekjen Panglima Laot Aceh, Umar Bin Abdul Aziz, Rabu (31/5/2017).

Kepada acehterkini, Ia mengatakan jadwal kepulangan nelayan asal Gampong Mesjid, Kecamatan Panteradja, Pidie Jaya diterima dari Kombes Pol Priyo Waseso, Atase Polri KBRI Bangkok. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi dibayar oleh negara melalui KBRI Bangkok dan Konsulat Songkhla.

“Dari Bangkok terbang ke Kuala Lumpur, hari ini Kamis (31/5/2017). Setelah bermalam di Kuala Lumpur, mereka akan terbang ke Bandara SIM, Jum’at pagi tiba di Aceh dengan pesawat Air Asia. Ini adalah kabar yang menggembirakan,” ujar Sekjen Panglima Laot Aceh, Oemardi.

Kemudian Panglima Laot pada tanggal 26 Mei 2017 mengirim surat pemberitahuan kepada KBRI di Bangkok.
Koordinasi selanjutnya dilakukan melalui telepon baik dengan konsuler mapun dengan pihak keluarga dan Panglima Laot Kabupaten Pidie Jaya.

Pada tanggal 30 Mei 2017, ‎Hariman Theofilus A Harefa selaku ‎Second Secretary‎ KBRI di Bangkok menyampaikan bahwa Perwakilan RI melalui KRI Songkhla telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Thai Mueang untuk mendapatkan informasi terkait keberadaan dua nelayan dimaksud.

Dari koordinasi tersebut didapati bahwa kedua WNI tersebut saat ini ditampung di Kantor Polisi Thai Mueang, Phang Nga namun bukan dalam status terlibat tindak kejahatan.

KRI Songkhla juga telah secara langsung berkomunikasi dengan kedua orang nelayan itu untuk mengkonfirmasi keadaan keduanya dan dipastikan keduanya dalam kondisi sehat serta tidak terlibat tindak pidana.‎‎

Selanjutnya dDikabarkan Konsul RI Songkhla telah mengurus semua perizinan dari Imigrasi Thailand dan akan menjemput nelayan Aceh ke Phang Nga dan melepas mereka di Bandara Phuket pada, Kamis, 1 Juni 2017.

Menurut Oemardi, dua nelayan tradisional asal Aceh itu dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 24 Mei 2017 kepada Panglima Laot.

“Nelayan itu bernama Hasanuddin (39) sebagai Nakhoda dan Yogi Prayogo (23) sebagai ABK, keduanya asal Panteraja, Pidie Jaya. Mereka berangkat dari pelabuhan perikanan Lampulo Banda Aceh tanggal 9 Mei 2017 dengan menggunakan boat Km. Seuruni kapasitas 6GT Boat Pancing Tuna. Informasi yang diterima kedua nelayan itu akhirnya ditemukan di Perairan Laut Phang Nga Thailand,” kata Oemardi.

“Mereka terdampar di Thailand akibat kerusakan mesin boat,” tambah Oemardi.

Sementara itu Panglima Laot Aceh, T Bustamam menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama KBRI Thailand dan Konsulat Songkhla yang telah berupaya maksimal untuk membantu pengurusan dan pemulangan nelayan Aceh yang hanyut ke wilayah Thailand.

Panglima Laot Aceh menghimbau agar masyarakat nelayan memperhatikan aspek kelayakan dan keselamatan melaut agar jumlah kecelakaan dilaut dapat diminimalisir.

Panglima Laot juga berharap agar Pemerintah Aceh dapat terus meningkatkan kerja sama dengan pihak terkait, khususnya kantor kantor KBRI di semenanjung Malaka dan Asia Barat dapat terus ditingkatkan. Agar proses repatriasi nelayan hanyut dapat dilakukan dengan lebih mudah di masa masa yang akan datang. ‎[Firman]

To Top