Nasional

Atlet Berprestasi Internasional Dapat Jatah PNS

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah menyediakan jatah 200 kursi pegawai negeri sipil (PNS) bagi atlet nasional berprestasi internasional. Namun, pemerintah menerapkan aturan yang ketat agar atlet bisa diterima sebagai PNS.

“Sudah keluar aturan menterinya. Dari Kemenpan. Tapi, sebagian usulan Kemenpora, tidak diakomodasi,” kata Sekertaris di Kemenpora (Sesmenpora) Gatot Dewa Broto, Sabtu (10/6/2017).

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (Kemenpan RB) telah menyepakati pemberian jaminan kerja tersebut sebagai apresiasi lain dari kiprah atlet nasional di gelanggang global.

Gatot menerangkan, Kemenpora yang mengajukan usulan, rekomendasi dan pengumpulan data prestasi atlet. Kemenpan RB yang mencarikan kursi kosong pegawai pemerintahan tersebut. Kemenpan RB juga mengatur kriteria perolehan hak kursi pegawai sipil tersebut.

Kriteria inilah yang menjegal atlet mendapatkan jatah kursi PNS. Kemenpora mengusulkan agar kriteria atlet berprestasi sampai pada level Pekan Olahraga Nasional (PON).

Namun, bahkan prestasi selevel SEA Games pun tak masuk dalam kriteria yang dibuat oleh Kemenpan RB. Tapi, usulan Kemenpora tersebut, mentah di meja Kemenpan RB.

Gatot menyatakan kriteria atlet yang berhak mendapatkan jatah kursi PNS, yaitu para atlet dengan usia maksimal 35 tahun. Kriteria lainnya, atlet dengan prestasi internasional. Minimal, dia mengatakan, prestasi di tingkat Asia dan yang setara.

Dia menjelaskan, kriteria internasional, yaitu minimal peraih medali perunggu di ajang dunia sekelas Olimpiade dan yang setara. Pada tingkat Asia, minimal peraih medali perunggu pada level benua Asia, atau yang sebanding.

“Aturan ini sudah mulai berlaku untuk tahun ini untuk atlet Olimpiade 2016 dan maksimal Asian Games 2014,” ujar Gatot.

Penjelasan Gatot ini, berbeda dari pernyataan Menpora Imam Nahrawi. Pada Jumat (9/6), Imam bersama petinggi otoritas olahraga melakukan safari ke pusat latihan Karate dan Boling Indonesia. Kunjungan tersebut sebetulnya sebagai inspeksi persiapan dua cabang olahraga (cabor) itu menjelang SEA Games 2017.

Dalam kunjungannya tersebut, Imam menjanjikan bonus ganda bagi para atlet peraih medali di ajang SEA Games Malaysia. Dia mengatakan, bonus tersebut berupa ganjaran materi senilai Rp 200 juta bagi peraih medali emas. Bonus lainnya, yaitu jaminan mendapat pekerjaan sebagai pegawai di pemerintahan.

Pengangkatan atlet berprestasi sebagai PNS sebetulnya bukan program baru di olahraga nasional. Menpora sebelum Imam juga melakukan hal yang sama.

Namun, pengangkatan atlet berprestasi sebagai PNS tersebut sempat terhenti. Itu lantaran kebijakan pemerintah yang sempat melakukan moratorium perekrutan pegawai negeri sipil.

Republika

To Top