Teknologi

ASUS ZenFone Zoom S. Ketika Momen Tertangkap Lebih Sempurna

ASUS ZenFone Zoom S

Kamera dan smartphone menjadi bagian tak terpisahkan. Bahkan, fitur ini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi pengguna sebelum memutuskan saat membeli gadget. Kamera smartphone dengan kualitas baik pun kini mutlak dibutuhkan.

ACEHTERKINI.COM | ASUS sebagai salah satu produsen smartphone terbesar di dunia selalu konsisten untuk menghasilkan produk dengan fitur kamera terbaik. Sejak memperkenalkan keluarga ZenFone 4, 5 dan 6 pada 2014 silam, divisi riset dan pengembangan ASUS sukses memperkenalkan PixelMaster sebagai teknologi kamera yang mampu menghadirkan kualitas gambar terbaik untuk berbagai kondisi pemotretan.

Bahkan mode Low Light di ZenFone generasi pertama ini cukup banyak membuat penggunanya berdecak kagum atas kemampuannya menangkap gambar di ruang yang nyaris gelap.

Pada tahun 2015, ditandai dengan kehadiran keluarga ASUS ZenFone 2, teknologi PixelMaster terus dikembangkan dan menjadi salah satu fokus ASUS dalam menghadirkan hasil foto dengan kualitas terbaik.

Hasilnya adalah PixelMaster 2.0 yang saat itu mampu menghasilkan foto 400 persen lebih terang, mode Backlight (super HDR) untuk menampilkan detail sempurna di kondisi foto backlight dan fitur Super Resolution yang bisa menghasilkan resolusi foto sampai 4 kali lipat dari resolusi sensor kamera.

ASUS ZenFone Zoom S

Sukses PixelMaster terus dilanjutkan ASUS dengan mengembangkan PixelMaster 3.0 di ASUS ZenFone generasi ketiga (ASUS ZenFone 3). PixelMaster 3.0 menghadirkan teknologi fokus laser secepat 0.03 detik, serta teknologi penstabil gambar dengan kompensasi lensa di 4sumbu (axis) untuk menstabilkan 8 arah gerakan kamera.

Di bagian sensor, penyempurnaan dilakukan dengan hadirnya teknologi Deep Trench Isolation untuk memisahkan spektrum cahaya ke filter warna yang sesuai di sensor, kemampuan koreksi warna sesaat setelah foto direkam dan fitur pengambilan video resolusi 4K yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya bahkan smartphone lain di kelas harga yang sama. ZenFone 3 benar-benar menjadi smartphone yang Built for Photography!

Dengan pengalaman tadi ASUS kembali menghadirkan perangkat smartphone yang memiliki kemampuan fotografi terbaik untuk hasil foto mengagumkan di ASUS ZenFone Zoom S. Ini adalah smartphone pertama ASUS berbekal semua teknologi fotografi mobile terkini.

Satu fitur yang paling menonjol sekaligus menjadi inspisari dalam penamaan produk adalah zoom. Sebelumnya, ASUS pernah membuat perangkat berfitur zoom dengan nama ZenFone Zoom menggunakan teknologi prisma dan pergeseran mekanis lensa di dalam badan perangkat. ZenFone Zoom S adalah penyempurnaan dari ZenFone Zoom namun dengan teknologi baru yang lebih efisien. Ia menggunakan dua lensa untuk dapat beralih antara sudut lebar dan sudut pembesaran (zoom). Fitur dual lensa ini sekaligus awal jejak ASUS dalam melangkah ke dunia lensa ganda.

Lantas bagaimana kinerja ZenFone Zoom S baik saat digunakan untuk menangkap beragam momen maupun dipakai sebagai perangkat pendukung aktifitas digital sehari-hari? Artikel ini akan membahas dalam fitur-fitur perangkat ASUS terbaru yang khusus dibuat untuk foto dan gaya hidup digital ini.

Kini dengan Material Metal
ASUS pernah membuat perubahan mendasar dari desain perangkatnya pada generasi ZenFone 3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan material plastik, ZenFone 3 justru dilapis menggunakan kaca Gorilla Glass berdesain 2.5D. Sekarang, ASUS kembali memberi sentuhan khusus pada ZenFone Zoom S dengan membungkus badannya menggunakan material metal (aluminium).

Material aluminium di ZenFone Zoom S sebenarnya bukan yang pertama kali diadopsi ASUS. Sebelumnya, keluarga ZenFone 3 Max juga telah menggunakan material serupa dengan desain unibody (tanpa sambungan).

Material metal ini cukup membuat ZenFone Zoom S tampil elegan sekaligus lebih kokoh dan kuat menahan berbagai tantangan benturan. Sentuhan warna Navy Black makin menguatkan kesan elegan di perangkat ini yang memang pas dipakai oleh mereka aktif dan hobi berburu momen.

Desain Lebih Premium
ZenFone 3 Zoom merupakan smartphone dengan ukuran layar 5.5 inci. Layar sebesar ini disematkan ke dalam badan perangkat berukuran 154.3mm x 7.99mm. Rasio layar terhadap badan perangkat yang mencapai 76.5% membuat bentuk perangkat tidak terlalu bongsor, pas digenggam tapi tetap dapat masuk ke saku celana atau baju dengan mudah.

ASUS ZenFone Zoom S | Material Metal, Desain Lebih Premium

Bagian depannya simpel, ASUS menempatkan 3 tombol navigasi di bawah layar yang dilapis Gorilla Glass 5 2.5D. Kamera depan 13 megapiksel, LED indikator, dan speaker diletakkan di bagian atas. Sisi belakang lebih simpel, sistem dual kamera diletakkan di bagian kiri atas perangkat, sementara flash LED DualTone dan sensor laser diletakkan tepat di bawah kamera. Bagian tengah hanya dihuni oleh sensor sidik jari.

Di bagian kanan (dari arah depan), berurut terdapat tombol volume up, down dan tombol power. Di sisi lainnya adalah tempat kartu SIM dan kartu memori bercokol. Gunakan pin besi untuk membuka slot ini. ASUS masih menggunakan sistem hibrida untuk slot kartu SIM dan memori, artinya jika ingin menggunakan kartu memori micro SD, pengguna harus melepas kartu SIM di slot kedua.

Layar AMOLED untuk Tampilan Terbaik
Rasio layar terhadap badan perangkat yang mencapai 76.5% bukan satu-satunya fitur hebat di layar ZenFone Zoom S. Sebab pengguna juga akan terpukan oleh kemampuan layar AMOLED yang mampu menampilkan 100% ruang warna dalam standar NTSC. Dengan kemampuan ini, seluruh warna di gambar dan foto yang ditampilkan layar ZenFone Zoom S akan terlihat lebih sempurna dan alami. Layar AMOLED ini juga dikenal sebagai teknologi hemat daya, itu berarti penghematan baterai yang lebih baik jika menggunakan layar konvensional.

ASUS ZenFone Zoom S | Layar Amoled

Bagaimana dengan tingkat kecerahannya? Layar dengan resolusi Full HD (1920 x 1080) ini mampu menghasilkan tampilan dengan kecerahan 500nits atau kecerahan maksimal yang masih bisa dilihat dengan baik meskipun layar berada di bawah cahaya terang, seperti sinar matahari misalnya. Tidak cuma itu, selurun layar ini dilindungi ASUS dengan lapisan Gorilla Glass 5 yang lebih tahan banting. Kaca pelapis ini diklaim memiliki ketahanan yang 70% lebih baik saat jatuh dibanding dengan Gorilla Glass 4.

Agar lebih nyaman dilihat saat dipakai, bingkai layar dibuat lebih tipis (0.28mm) serta dilengkapi dengan teknologi Splendid khas ASUS untuk meningkatkan akurasi warna. Faktor kesehatan mata juga diperhatikan ASUS dengan menyematkan fitur Blue Light filter untuk membatasi pancaran cahaya biru agar tidak melelahkan mata saat dipakai lama.

Fitur terakhir yang juga tak kalah menarik di layar ini adalah kemampuan multi sentuh yang dapat mengenali sampai dengan 10 jari secara simultan. Jangan kuatir soal jejak sidik jari yang akan tertinggal kemudian, sebab layar ZenFone Zoom S sudah dibekali pelapis anti sidik jari untuk membuat layar tetap terlihat bersih.

Dual 12 Megapiksel Kamera
Dua kamera adalah fitur penting di ZenFone Zoom S. Banyak pertanyaan muncul mengapa menggunakan dua kamera, sementara di generasi pertama ASUS hanya menggunakan satu kamera dengan lensa yang bisa bergeser secara mekanis. Jawabnnya ada pada efisiensi desain perangkat yang sekaligus bisa menekan harga jual.

ASUS ZenFone Zoom S | 12 Megapiksel Kamera

Perubahan lensa gerak mekanis ke dual kamera membuat desain ZenFone Zoom S kini lebih ramping, hanya setipis 7.99 milimeter yang dibutuhkan untuk menampung seluruh komponen smartphone dalam badannya. Desain dual kamera dengan dua lensa juga memiliki keuntungan lain, yaitu proses zoom bisa dilakukan lebih cepat dari menggeser posisi lensa.

Sebagai informasi, ASUS menggunakan 2 kamera dengan 2 lensa yang memiliki ukuran berbeda untuk menangkap gambar dengan sudut yang berbeda pula. Lensa sebelah kiri berukuran 25mm untuk menangkap foto sudut lebar sampai 82 derajat. Dengan bukaan rana maksimum f/1.7 lensa ini hebat saat diajak mengambil foto di ruang minim cahaya atau bahkan di ruang gelap sekalipun.

ASUS ZenFone Zoom S

Pengambilan gambar di ruang minim cahaya ini dimungkinkan berkat adanya tambahan fitur ASUS SuperPixel. Bagaimana dengan kemungkinan gambar buram akibat guncangan tangan saat mengambil gambar? ASUS sudah mengantisipasinya dengan fitur penstabil optis yang bisa bergerak ke 4 sumbu (axis). Dengan fitur ini guncangan tangan bisa diminimalkan ketika foto diambil.

Lensa sebelah kanan punya peran penting dalam pembersaran foto (zoom). Lensa ini berukuran 56mm, dan bisa melakukan pembesaran optis 2,5 kali dari lensa lebar di sebelah kirinya. Lensa ini cukup baik saat dipakai untuk mengambil gambar portrait atau close up karena efek kedalaman ruang (depth of field) berhasil diciptakan dengan baik menggunakan lensa zoom ini.

Hebatnya, kombinasi kedua lensa ini bisa menghasilkan foto dengan efek latar blur yang menarik. Sebab, kamera kini mampu membedakan jarak depan dan belakang dari obyek foto untuk kemudian diberikan efek depth of field.

Lensa Lebar Atau Zoom?
Sekarang muncul pertanyaan, bagaimana ASUS mengatur penggunaan dua lensa ini? Kapan lensa zoom mulai dipakai?

Hasil percobaan menunjukkan, pada awal membuka aplikasi kamera, maka pengguna akan dibawa ke lensa/kamera utama dengan sudut lebar. Jika icon zoom ditekan, maka aplikasi akan mulai menggunakan lensa kedua untuk membesarkan obyek 2,3 kali. Pengguna bisa melakukan zoom manual dari 1x zoom sampai 2,2x zoom menggunakan sapuan dua jari, hanya saja dalam jarak tersebut kamera pertama akan melakukan zoom digital, ketika berada di 2,3x maka barulah kamera kedua bekerja. Besaran zoom masih bisa ditambah sampai 12x. Pada tahap ini, kamera kedua yang akan melakukan zoom digital sampai nilai maksimal 12x.

ASUS ZenFone Zoom S | Lensa Lebar

Tapi sistem di atas tidak melulu terjadi di setiap kondisi pemotretan. Ini dikarenakan ASUS membenamkan sebuah algoritma khusus yang otomatis mengatur penggantian antara kamera wide dan zoom. Kamera zoom baru akan aktif jika kondisi pemotretan berada pada kondisi cahaya yang cukup. Hal ini untuk mencegah foto terlalu gelap saat menggunakan kamera kedua (zoom).

Namun demikian, jangan lantas kuatir tidak bisa menggunakan kamera zoom untuk menangkap obyek yang jauh. Sebab, pengguna tetap bisa “memaksa” ZenFone untuk beralih ke kamera kedua. Khusus yang ini, pengguna harus melakukannya di mode kamera manual.

Menggunakan Sensor Canggih
Dua kamera tentu menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh teknologi sensor kamera yang mumpuni. Seperti diketahui, sensor menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan foto yang baik, selain tentunya lensa yang berkualitas.

ASUS mempersiapkan ZenFone Zoom S dengan teknologi sensor Sony IMX362 yang merupakan salah satu jenis sensor terbaik di dunia fotografi mobile. Sensor ini memiliki ukuran 1/2.55 inci, salah satu sensor terbesar yang diadopsi kamera smartphone saat ini. Mengapa butuh sensor besar? Sensor besar akan berpengaruh pada banyak cahaya dan noise yang akan dihasilkan foto nantinya.

ASUS ZenFone Zoom S | Sensor Canggih

Makin besar ukuran sensor, makin luas penampang yang bisa dipakai untuk menangkap cahaya. Apalagi Sony IMX362 ini memiliki ukuran piksel hanya sebesar 1,4 mikron. Ukuran piksel yang makin kecil berarti makin banyak elemen gambar yang bisa menangkap foton cahaya sehingga kinerja kamera di tempat minim cahaya akan lebih baik.

Fitur RGB color correction pada sensor ini juga membantu menghasilkan foto dengan warna yang lebih alami. Dengan fitur ini, kamera akan mendeteksi jenis dari cahaya yang ditangkap lalu melakukan pengaturan terbaik untuk mencapai keseimbangan terbaik berdasarkan warna alami.

Dengan sensor IMX362 pengguna juga mendapat manfaat tambahan saat merekam video menggunakan ZenFone Zoom S. Apalagi kalau bukan resolusi rekam video 4K/UHD alias 3840 x 2160. Saat merekam video 4K ini perangkat juga akan meredam guncangan kamera secara elektronik (Electronic Image Stablization) untuk memastikan video tetap stabil.

Fokus Super Cepat
Seakan belum cukup membekali sensor canggih di kameranya, ASUS menambahkan satu lagi fitur yang tidak kalah penting saat smartphone dipakai untuk memotret, fokus otomatis. Sejak generasi ZenFone 2, ASUS sudah membenamkan teknologi laser untuk membantu kamera mencari fokus dengan cepat. Teknologi yang sama juga dibenamkan di ZenFone Zoom S, lalu apa bedanya, adakah peningkatan di fitur ini?

ASUS ZenFone Zoom S | Fokus Super Cepat

Meskipun ASUS menggunakan teknologi laser yang sama dengan yang dipakai di keluarga ZenFone 3, ada tambahan teknologi yang membuat fokus ZenFone Zoom S jauh lebih gesit dan lebih baik. Bersama dengan fokus laser, ASUS menyertakan teknologi Dual Pixel Phase Detection Auto Focus (PDAF). Teknologi yang sering ditemui di kamera DSLR ini memanfaatkan sensor utama untuk melakukan deteksi jarak obyek terhadap kamera. Mirip yang dilakukan mata kita ketika mencari fokus dari obyek yang dilihat. Ada sekitar 12 juta piksel atau 100 persen dari keseluruhan bagian sensor gambar yang dipakai untuk mendeteksi cahaya dalam sistem PDAF di ZenFone Zoom S. Sebagai catatan, sistem PDAF tradisional biasanya hanya menggunakan sekitar 5% dari area sensor.

Salah satu kehebatan dari fokus PDAF ini adalah saat menangkap obyek bergerak, di mana kamera bisa secara otomatis mengunci fokus mengikuti obyek utama yang dibidik. Ini sangat membantu ketika pengguna membidik obyek bergerak cepat saat memotret atau merekam video. Oleh ASUS, teknologi Dual Pixel PDAF, fokus laser dan fokus penjejak obyek bergerak disatukan dalam teknologi bernama ASUS TriTech+ Technology.

Mode Manual
Fitur kamera kebanyakan smartphone membatasi pengguna hanya dalam moda foto otomatis atau beberapa tambahan fitur untuk mengatur efek foto akhir. Kelebihan dari moda otomatis tentu ada pada kemudahan dan cocok dipakai oleh pengguna yang awam fotografi. Sayangnya, ZenFone Zoom S hadir bukan hanya untuk mereka yang awam, tapi juga pengguna yang senang dengan fotografi. Itulah sebabnya, fitur tambahan yang bisa mengatur kamera secara manual mutlak diperlukan.

ASUS dengan PixelMasternya sudah membenamkan fitur ini sejak ZenFone 2. Dengan fitur manual, pengguna bisa mengubah banyak setting kamera seperti ISO, jarak fokus, kecepatan bukaan rana, white balance, termasuk nilai exposure dari kamera.

ZenFone Zoom S menyediakan setelan kamera yang cukup lengkap dengan rentang nilai yang juga masuk dalam kategori luar biasa. Kecepatan rana maksimum misalnya yang bisa mancapai 1/16000 dengan waktu telama sampai 32 detik. Shutter speed cepat tentu sangat berguna untuk membekukan obyek yang bergerak cepat, sementara shutter speed lambat dapat dipakai untuk membuat efek foto yang menarik utamanya saat malam hari. Pengaturan antara lensa wide dan zoom juga bisa diatur di mode manual, itu berarti pengguna bebas menentukan akan memakai kamera yang akan dipakai memotret.

ASUS ZenFone Zoom S | Fitur Kamera

Di menu setting, pengguna bisa melakukan pengaturan tambahan untuk mengubah saturasi, kontras, ketajaman gambar, tingkat pengurangan noise, kompensasi backlight sampai penyempunaan detail. Fitur-fitur ini sebenarnya yang membedakan ZenFone Zoom S dengan smartphone lain yang juga menyediakan fitur manual. Bahkan di mode manual ini, pengguna bisa memilih untuk mengambil foto dalam moda RAW (mentah). Tidak banyak kamera yang menyediakan mode ini memang, dan biasanya hanya kamera-kamera yang fokus pada fitur fotografi. ZenFone Zoom S menghasilkan file RAW berformat DNG (Digital Negative) yang dikebangkan oleh Adobe.

Saat mencoba mengambil gambar dengan format DNG, kami bisa melakukan olah gambar pasca pemotretan menggunakan Adobe Lightroom dan mengatur semua komponen gambar layaknya foto yang dihasilkan oleh kamera konvensional.

Selain moda otomatis dan manual, pengguna ZenFone Zoom S diberi pilihan 17 moda foto yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Ke 17 moda itu antara lain: HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Children, QR Code, Night, Depth of Field, Effect, Selfie, GIF Animation, Panorama, Miniature, Time Rewind, Smart Remove, All Smiles, Slow Motion dan Time Lapse.

Koreksi Warna dengan Dual Tone LED
Bicara kamera tentu tidak lengkap jika tidak mengulas lampu kilat yang menyertainya. Lampu kilat berfungsi penting dalam memberi tambahan cahaya ke obyek saat foto diambil di ruang minim cahaya. Meskipun ZenFone Zoom S memiliki kinerja minim cahaya yang baik, lampu kilat tetap penting untuk memunculkan warna asli pada obyek.

ASUS ZenFone Zoom S | Dual Tone LED

Bicara warna, tantangan terbesar pada penggunaan lampu kilat adalah perubahan tonal kulit yang biasanya menjadi lebih pucat dari tonal kulit alami manusia. Itu karena lampu LED untuk kamera smartphone biasanya berwarna putih. Oleh ASUS, hal ini dikompensasi dengan menambahkan warna oranye di LED kedua mendampingi LED pertama yang berwarna putih. Hasilnya adalah foto dengan tonal kulit yang lebih alami.

13MP untuk Berselfie Ria
Meskipun ZenFone Zoom S bukan dibuat spesifik sebagai smartphone selfie, tapi ia dibekali dengan fitur selfie yang sangat lengkap. Tidak percaya? Lihat saja spesifikasi kamera depan perangkat ini yang mengusung kamera beresolusi 13MP dengan sensor Sony IMX214. Sensor ini dipasangkan dengan lensa yang memiliki bukaan (apertur) f/2.0 untuk memastikan kinerja low light terbaik.

Fitur selfie apa saja yang menemani kamera ini? Yang paling menarik adalah Selfie Panorama. Dengan fitur ini, kita bisa mengambil foto wefie dengan banyak teman dengan sudut pengambilan yang mencapai 140 derajat. Dengan sudut selebar ini bukan hanya seluruh peserta wefie yang terekam, tapi juga pemandangan di belakangnnya. Untuk menggunakan fitur ini, pengguna tinggal menggeser sudut kamera sepanjang sudut yang diinginkan. Mirip saat menggunakan fitur panorama di kamera belakang. Kamera akan menggabungkan foto secara otomatis.
Beberapa fitur lain seperti Night, Slow Motion, GIF Animation, Effect, HDR Pro, dan Beautification juga tersedia di kamera depan. Fungsi dan penggunaannya sama persis dengan fitur yang terdapat di kamera belakang.

Tenaga yang Efisien
Fitur kamera di ZenFone Zoom S sangat mumpuni, pertanyaan lainnya adalah, bagaimana dengan kinerja sistem dari perangkat berbobot 170 gram ini?

ASUS membenamkan prosesor QualComm Snapdragon 625 8 inti berkecepatan 2 GHz di dalam ZenFone Zoom S. Prosesor ini memiliki proses produksi 14nm yang artinya memiliki kinerja lebih baik dengan konsumsi daya yang 35% lebih hemat. Di Indonesia, prosesor ini dipasangkan dengan memori 4GB. Di sisi grafis, Adreno 506 dipercaya untuk menangani berbagai render grafis baik 2 dimensi maupun 3 dimensi.

Bagaimana kinerjanya? Kami mencoba menguji kebolehan ZenFone 3 Zoom dengan 5 aplikasi benchmark untuk melihat bagaimana kinerjanya, mereka adalah 3D Mark, NenaMark 2, Geekbench 4, Antutu Benchmark v6.2.7 dan Quadrant Standard. Ini dia hasilnya.

Benchmark Score
3D Mark (Sling Shoot Extreme) 467
3D Mark (Ice Storm Unlimited) 13771
Geekbench 4 Single Core 854
Geekbench 4 Multi Core 4172
NenaMark 2 59.8 FPS
Quadrant Standard 36728 (CPU: 162309, Mem: 10854, I/O: 7708)
Antutu Benchmark v6.2.7 62474

ASUS ZenFone Zoom S | QualComm Snapdragon 625

Menggunakan platform ini, ASUS ZenFone Zoom S mendapat fitur tambahan ekstra yaitu kemampuan Dual SIM Dual Active. Dengan fitur ini, kedua SIM bisa bekerja menerima panggilan telepon sekalipun SIM pertama atau kedua sedang aktif bertelepon. Fitur lain adalah dukungan standar 4G dan 3G di SIM pertama dan kedua. Sebagai informasi, smartphone umumnya hanya menyediakan jaringan 4G di SIM pertama dan 2G di SIM lainnya.

Daya Tahan Lebih Lama
Perangkat hebat terasa kurang jika tidak didukung oleh daya yang kuat. ASUS memikirkan hal ini dengan membenamkan baterai berkapasitas 5000mAh di ZenFone Zoom S. Tenang, baterai berkapasitas ini sama sekali tidak mengganggu desain dari perangkat. Ini terlihat dari tebal keseluruhan badan perangkat yang kurang dari 8mm saja dan bobot total perangkat 170 gram.

Seberapa kuat baterai milik ZenFone Zoom S ini? Kami mencobanya dengan mengisi ulang penuh baterai dan menggunakannya seperti penggunaan normal sehari-hari, misalnya melakukan chatting via aplikasi WhatsApp, menjelajah web, mendengar musik, sampai memutar film (sekitar 5 menit) . Dari kapasitas baterai 15%, butuh sekitar 4 sampai 5 jam agar baterai ZenFone Zoom S ini penuh (100%). Agak lama memang, namun waktu isi ulang tadi terbayar dengan daya tahan baterai. Total hampir 2 hari lebih ZenFone Zoom S mampu bertahan. Ini dalam setelan Power Management Normal. Mungkin jiks diubah ke Power Saving, waktu pakai perangkat bisa tembus 3 hari.

Sebagai gambaran penggunaan baterai di ZenFone Zoom S, perhatikan beberapa screen capture dari grafik konsumsi baterai di bawah ini.

Yang unik dari baterai besar milik ZenFone Zoom S adalah kemampuannya untuk dibagi ke perangkat lain. Ya, baterai 5000mAh di perangkat ini bisa difungsikan sebagai power bank untuk smartphone lain. Pengguna cukup menggunakan kabel USB OTG dari ZenFone Zoom ke perangkat lain yang akan diisi ulang.

Speaker Hebat dengan 5 Magnet
Bagi penggemar multimedia, kamera, layar Full HD dan kinerja perangkat yang jempolan mungkin belum cukup memuaskan. Tuntutan lain tentu ada pada seberapa hebat ZenFone Zoom S mampu menghasilkan suara terbaik untuk dipakai mendengarkan musik atau menonton film aksi.

ASUS ZenFone Zoom S | yang ditenagai NXP Smart AMP

Untuk sisi multimedia ini, ASUS secara spesifik telah membuat sistem suara khusus untuk bisa menghasilkan suara terbaik. Di dalam ZenFone Zoom S, ASUS menggunakan speaker dengan konstruksi 5 yang diletakkan dalam ruang suara besar yang ditenagai oleh NXP Smart AMP. Hasilnya adalah suara yang 20% lebih kuat namun tetap rendah distorsi.

Tidak cuma itu, di perangkat ini pula ASUS menggabungkan teknologi SonicMaster-nya dengan sertifikasi High-Res Audio. Dengan kualitas High-Res Audio 24bit/192kHz kualitas suara yang dihasilkan 4 kali lebih baik dari kualitas CD. Bahkan jika dirasa masih kurang, ZenFone Zoom masih memberikan ekstra dukungan terhadap standar DTS Headphone:X 7.1 untuk menyempurnakan hiburan kamu ke tingkat yang lebih tinggi.

Sempurna dengan Beragam Fasilitas
Agar memperkaya pengalaman mobile pengguna, ASUS memberikan tambahan beragam fitur yang sedikit banyak dapat menyempurnakan keseluruhan fungsi dari produk ini. Dual Internal MIC dengan teknologi ASUS Noise Reduction misalnya, yang mampu membantu mengurangi suara bising latar saat bertelepon. Jika pengguna memiliki SIM yang mendukung jaringan Voice over LTE (VoLTE), ZenFone Zoom pun sudah mendukung standar ini. Di Indonesia salah satu operator yang sudah menerapkan VoLTE adalah SmartFren

Sensor sidik jari juga tidak ketinggalan disertakan ASUS di perngkatnya ini. Sensor ini bukan cuma berfungsi untuk mengamankan perangkat, tapi bisa dipakai untuk melakukan hal lain, misalnya menjawab telepon, mengaktifkan kamera atau mengambil gambar memotret. Jika dipakai mengamankan perangkat, sensor sidik jari ini bisa merekam sampai 5 jari yang berbeda.

Pengguna yang sering terhubung ke jaringan WIFI bisa merasakan kehebatan dari teknologi standar WIFI IEEE 802.11 b/g/n. Teknologi N di standar ini diklaim mampu menghantarkan data sampai kecepatan 433Mbps. Sementara standar koneksi 4G LTE yang didukung oleh ZenFone Zoom S adalah Cat 7, yang diklaim memiliki kinerja jaringan sampai 300Mbps.

Ragam sensor yang melekat pada ZenFone Zoom S ini juga beragam. CPU-Z mencatat sensor Gyroscope, Accelerometer, Proximty dan Compass tersedia di perangkat ini. Seharusnya sensor-sensor ini cukup untuk berbagai kebutuhan, termasuk saat menjadikan ZenFone Zoom sebagai perangkat untuk mendukung Virtual Reality dengan bantuan Google card board. [ADV]

Description Spesifikasi
Model ASUS ZenFone Zoom S ZE553KL
CPU Qualcomm Snapdragon 625 Octa-core 14nm processor, 8x 2.0GHz with FinFET LPP (Low Power Plus) powersaving technology
GPU Adreno™ 506
RAM 4GB RAM
Storage eMCP 64GB + 5GB ASUS WebStorage + 100GB Google Drive (free for 2 years)
MicroSD Supports up to 2TB
Connectivity 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, Wi-Fi direct
Network FDD-LTE (Bands 1, 3, 5, 8), TD-SCDMA (Band 40), WCDMA (Bands 1, 5, 8), GSM (850, 900, 1800, 1900 MHz), LTE Cat4: UL 50 / DL 150 Mbps (WW/US/BR/IN/ID version), DC-HSPA+: UL 5.76 / DL 42 Mbps
SIM Cards SIM 1: 2G/3G/4G Nano SIM Card, SIM 2: 2G/3G/4G Nano SIM Card, Dual SIM dual standby (Only use the Nano SIM card or the MicroSD card at a time). Both SIM card slots support 3G WCDMA / 4G LTE network band. But only one SIM card can connect to 3G WCDMA / 4G LTE service at a time.
Navigation GPS, A-GPS, GLONASS, BDSS
Display 5,5” FHD (1920 by 1080) AMOLED display, 500nits brightness, Corning® Gorilla® Glass 5 for best screen protection, Over 100% NTSC high color gamut display, Bluelight filter for eye care, 10-finger capacitive touch, Fingerprint and smudge-resistant oleophobic coating, Slim bezel (2.08mm), 76.5% screen-to-body ratio
Video 4K video recording (3840 by 2160) at 30fps, 1080p HD video recording at 30fps, 720p HD video recording at 30fps, 3-axis electronic image stabilization, Take still photo while recording video
Battery 5.000mAh (non-removable) + Reverse Charging
Main Camera 12MP, f/1.7 aperture Sony IMX362 sensor (1/2.55″ large sensor size, 1.4µm large pixel size), Focal Length 25mm, 6p lens, 82° field of view, 4-axis, 4 stops Optical Image Stabilization for steady photos, 3-axis Electronic Image Stabilization for shake-free videos, 4K UHD (3840 by 2160) 30 frame per second video recording, Color correction (RGB) sensor for the best white balance and natural-looking colors, Dual-LED real tone flash, ASUS Exclusive TriTech+ Auto Focus system with 0.03s instant focus, ASUS SuperPixel™ Technology for 2.5 times light sensitivity
Zoom Camera 12MP, 12x total zoom, 2.3x optical zoom, Focal length 59mm, 5p lens
Front Camera 13MP, Sony IMX214 sensor (1/3.06″, 1.12um), f/2.0 aperture, Screen flash
Sensor Accelerator, E-Compass, Gyroscope, Proximity sensor, Ambient light sensor, RGB sensor, IR sensor, Fingerprint
OS Android 6.0 with ASUS ZenUI 3.0, upgradable to Android 7.0 Nougat
Dimension 154.3 x 77 x 7.99mm
Weight 170 gram
Color Navy Black, Glacier Silver

To Top