Sosial

Abu Mudi: Mengenal Malam Lailatul Qadar

Abu Mudi

ACEHTERKINI.COM | Salah satu topic pembicaraan yang hangat dalam bulan Ramadhan adalah lailatul qadar yang merupakan satu malam yang mulia yang Allah swt berikan khusus untuk umat Nabi Muhammad saw yang lebih dikenal dengan kelebihannya sebagai malam yang lebih baik dari seribu malam.

Ulama Aceh, Abu Syech Hasanoel Bashry mengupas seputar malam lailatul qadar dalam sebuah catatannya di lbm.mudimesra.com, dinamakan lailatul qadar karena Allah ta`ala pada malam tersebut Allah mendhahirkan semua kadar segala sesuatu yang telah ada dalam azali, baik kadar rizki seseorang, kadar ajal, sakit, bala, musibah, hujan, angin dll hingga tahun depan dan diserahkan kepara empat pemimpin malaikat; Jibril, Mikail, Israfil, dan `izrail. Ini adalah pendapat pendapat Ibnu `Abbas yang dipilih mayoritas ulama.

Pada lailatul qadar Allah turunkan al-Quran pada malam ini secara menyeluruh ke satu tempat di langit yang disebut dengan Baitul `Izzah kemudian baru diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw berdasarkan kejadian di bumi.

Kelebihan lailatul qadar
Ada tiga hal yang menjadikan lailatul qadar lebih mulai dari malam lainnya sebagaimana Allah swt sebutkan dalam surat al-Qadr:

1. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ( 83 tahun 3 bulan)
Ada beberapa riwayat yang menceritakan perihal diturunkan surat al-Qadar yang berhubungan dengan kelebihan lailatul qadar ini. Menurut satu pendapat, pada masa dahulu seseorang baru dikatakan `abid/ahli ibadah bila ia telah beribadah selama seribu tahun, maka Allah menjadikan bagi umat Nabi Muhammad satu malam pada lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan umat terdahulu.

Syeikh Abu Bakar al-Waraq mengatakan bahwa masa kekuasaan Nabi Sulaiman sebagai raja adalah lima ratus tahun, masa kekuasaan Raja Zulkarnain juga lima ratus tahun, maka Allah menjadikan bagi umat Nabi Muhammad beramal satu malam pada lailatul qadar lebih baik dari kekuasaan seribu bulan.

Ibnu Mas`ud menceritakan bahwa Rasulullah menceritakan kepada para shahabat bahwa seorang laki-laki dari Bani Israil yang berperang selama seribu bulan, mendengar cerita tersebut para shahabat merasa kagum, maka Allah menurutkan surat al-Qadar. Maka lailatul qadar lebih baik dari pada seribu bulan bani israil tersebut berperang dijalan Allah.

Berkata Ka`b al-Akhbar : seorang raja Bani Israil yang shaleh, maka Allah wahyukan kepada salah seorang Nabi masa tersebut untuk menanyakan cita-cita raja tersebut, maka raja tersebut mengatakan bahwa ia bercita-cita berjihad dijalan Allah dengan hartanya, anaknya dan jiwa raganya.

Maka Allah karuniakan kepadanya seribu anak. Kemudian ia latih anaknya dengan hartanya untuk berperang dijalan Allah, dan anak tersebutpun berjihad selama sebulan dan syahid dijalan Allah. Maka ia latih anak yang lain untuk berjihad yang akhirnya juga syahid setelah berjihad selama sebulan demikianlah satu persatu anaknya syahid dalam waktu seribu bulan. Hingga akhirnya iapun turut berperang dan akhirnya juga syahid. Mendengar kisah ini sebagian shahabat berkata; tidak ada seorang pun yang mampu mendapatkan martabat raja ini. Maka Allah turunkan surat al-Qadar.

Berkata `Ali dan `urwah : Nabi menyebutkan empat orang dari kalangan bani Israil, mereka beribadah kepada Allah selama delapan puluh tahun dan tidak berbuat maksiat kepada sekejap matapun. Mereka adalah Nabi Ayyub, Nabi Zakaria, Khirqil bin al-Ajuz, dan Yusya` bin Nun, mendengar hal tersebut para shahabat merasa takjub.

Maka datanglah Malaikat Jibril dan berkata : Ya Muhammad, umatmu merasa kagum atas ibadah mereka selama 80 tahun yang tidak berbuat maksiat kepada Allah sekejab matapun. Maka sungguh telah Allah turunkan atas engkau sesuatu yang lebih baik dari itu. Kemudian malaikat Jibril membaca surat al-Qadar. Maka senanglah Rasulullah SAW.

2. Turun malaikat kebumi
Pada lailatul qadar para malailat turun kebumi, hal ini disebabkan bahwa dahulu para malaikat pernah mempertanyakan penciptaan manusia kepada Allah yang disebutkan oleh para malaikat sebagai makhluk penumpah darah. Manakala kenyataan terjadi sebaliknya maka para malaikat turun untuk memberi salam dan meminta maaf serta memohon keampunan Allah untuk manusia yang lalai.

Ibnu Abbas berkata : berkatalah Nabi SAW; apabila adalah lailatul qadar turunlah para malaikat penghuni siratul muntaha, diantaranya malaikat Jibril. Para malaikat tersebut turun dengan membawa bendera yang pancangkan atas kuburku, Baitul Maqdis, Masjidil Haram, bukit Thursina, mereka tidak meninggalkan orang mukmin dan mukminat kecuali mereka salami kecuali orang yang selalu minum khamar, memakan babi, dan berinai dengan za`faran.

Kalimat ruh dalam ayat tersebut menurut pendapat yang kuat dimaksudkan malaikat jibril. Sebagian ulama mengatakan bahwa pada lailatul qadar datang nur dari langit hingga ke bumi dan semua makhluk sujud termasuk tumbuh-tumbuhan, pohon-pohonan dan air sungai. Sebagian ulama mengatakan bahwa itu adalah nur kayu thuba, pendapat lain mengatakan bahwa itu adalah nur ketaatan, nur rahmat, nur sayap malailat, nur liwaul hamdi, dan ada juga pendapat bahwa itu adalah nur liwaul hamdi.

Makna sujud pepohonan disini tidaklah mesti diartikan ia sujud seperti layaknya sujud manusia, namun ia sujud dengan caranya masing-masing yang berbeda dengan cara sujud manusia. Seperti halnya pohon-pohon yang selalu bertasbih kepada Allah, mereka bertasbih dengan cara mereka sendiri.

3. Kesejahtraan(salam) hingga fajar
Asy-Sya`by mengatakan: salam tersebut adalah salam malaikat kepada ahli masjid semenjak terbenam matahari hingga terbit fajar. Pendapat lain mengatakan bahwa lailatul qadar adalah malam keselamatan karena pada malam tersebut syaithan tidak dapat berbuat keburukan.

Kapan datangnya Lailatul Qadar
Mengenai kapan datangnya lailatul qadar terjadi khilaf diantara para ulama, bahkan ada yang berpendapat bahwa lailatul qadar bukan hanya berada pada bulan Ramadhan, tetapi hanya saja ia sering berada pada bulan Ramadhan. Sebagian ulama mengatakan bahwa lailatul qadar berada dalam malam yang sama dalam setiap tahun. Menurut satu pendapat ia berada pada malam sepuluh terakhir terutama pada malam ganjil yaitu pada malam 21 ramadhan.

Menurut pendapat lainnya lailatul qadar berada pada malam 23, dan ada juga yang mengatakan pada malam 27. Pendapat 27 ini dikuatkan oleh beberapa kalangan dengan dalil bahwa jumlah kalimat dalam surat al-Qadar adalah 30 sama dengan jumlah bulan, kalimat هي tepat berada pada urutan ke 27 dan jumlah huruf kalimat lailatul qadar adalah 9 serta kalimat tersebut disebut dalam surat tersebut sebanyak 3 kali maka 9×3 =27.

Menurut pendapat lain lailatul qadar dapat diketahui dengan melihat awal malam bulan Ramadhan. Ketentuan tersebut yaitu: (10)
1.    Bila awal Ramadhan pada hari ahad atau rabu maka lailatul qadar jatuh pada malam 29.
2.    Bila awal Ramadhan pada hari senin maka lailatul qadar jatuh pada malam 21
3.    Bila awal Ramadhan pada hari selasa atau jum`at maka lailatul qadar jatuh pada malam 27
4.    Bila awal Ramadhan pada hari kamis maka lailatul qadar jatuh pada malam 25
5.    Bila awal Ramadhan pada hari sabtu maka lailatul qadar jatuh pada malam 23
Syeikh Abu Hasan mengatakan bahwa semenjak beliau baligh tidak pernah ketinggalan lailatul qadar berdasarkan ketentuan diatas.

Menurut pendapat yang lain :
1.    Bila awal Ramadhan pada hari jum`at dan senin maka lailatul qadar jatuh pada malam 29.
2.    Bila awal Ramadhan pada hari sabtu dan kamis maka lailatul qadar jatuh pada malam 21
3.    Bila awal Ramadhan pada hari ahad dan rabu maka lailatul qadar jatuh pada malam 27
4.    Bila awal Ramadhan pada hari selasa maka lailatul qadar jatuh pada malam 25

Kesimpulannya sangat banyak khilaf tentang waktu yang pasti kapan datangnya lailatul qadar, sehingga kita tidak menentukan secara pasti kapan sebenarnya dating lailatul qadar.

Ini merupakan rahasia Allah supaya manusia menghidupkan seluruh malam ramadhan untuk beribadat. Sebagaimana Allah menyembunyikan ridhanya pada perbuatan ta`at supaya manusia mengerjakan semua perbuatan ta`at, Allah menyembunyikan diqabulnya doa supaya manusia selalu berdoa dengan sungguh-sungguh, Allah menyembunyikan ismul A`dham diantara nama-namaNya supaya manusia memanggilNya dengan seluruh namaNya.

Allah menyembunyikan mati supaya manusia merasa takut mati, demikian juga Allah menyembunyikan lailatul qadar supaya manusia beribadah dalam semua malam bulan Ramadhan.

Tanda lailatul qadar
Pimpinan Dayah Mudi Mesra yang merupakan dayah terbesar di Aceh ini juga mengatakan, diantara tanda-tanda lailatul qadar adalah: Pada malam tersebut suasana tampak terang dan hening, tidak ada suara riuh dan anjing yang melonglong, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin keesokan harinya sinar matahari terlihat putih tanpa sinar.

To Top