Politik

Zaman Akli Ketua DPRK Abdya, Reza Ganti Alm Tgk Dun

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Tepat 22 Desember 2016 lalu, almarhum Zulkifli Isa (Tgk Dun) yang menjabat sebagai Ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) telah berpulang kerahmatullah. Untuk menggantikan posisi ketua, Zaman Akli SSos ditunjuk sebagai Ketua DPRK sisa masa jabatan 2014-2019 yang berlansung dalam Rapat Paripurna Istimewa di Aula Gedung DPRK setempat, Selasa (23/5/2017).

Selain menggelar rapat paripurna istimewa pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRK Abdya, jelang sore nanti dihari yang sama, DPRK juga menggelar rapat peripurna istimewa tentang pengangkatan penggantian antar waktu (PAW) anggota DPRK dari Alm Tgk Dun kepada Reza Mulyadi sisa masa jabatan 2014-2019.

Acara tersebut turut dihadiri, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan SIK, Kajari Abdya Abdur Kadir SH MH, mewakili Dandim 0110/Abdya, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan Zulkarnain SH, Ketua DPRK Zaman Akli, Wakil DPRK Romi Syah Putra dan Jismi, para anggota DPRK, Plt Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPK dan para tamu undangan lainnya.

Selaku pimpinan sidang sementara, Jismi membacakan Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh nomor 171.31/472/2017 tanggal 28 April 2017, tentang pemberhentian Ketua DPRK Abdya dan SK Gubernur Aceh nomor 171.21/473/2017 tanggal 28 April 2017 tentang peresmian pengangkatan Ketua DPRK Abdya sisa masa jabatan 2014-2019.

Usai diresmikan sebagai ketua, Zaman Akli langsung mengambil alih pimpinan sidang. Ia menyampaikan, rasa haru yang mendalam atas terpilih sebagai Ketua DPRK Abdya.

Kata Akli, terjadinya rapat paripurna ini karena alm Tgk Dun telah berpulang kerahmatullah pada 22 Desember 2016 lalu. “Orang bijak mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang para pendahulu dan pahlawan bangsanya,” tutur Akli sekaligus memanjatkan do’a untuk alm Tgk Dun yang diikuti seluruh undangan yang hadir.

Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin, memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Zaman Akli sebagai ketua. Ia berharap, akan ada sinergisitas sebagai pemangku kepentingan di Abdya. Semoga tidak terjadi perpecahan yang berakibat lahirnya peraturan bupati (perbub) tentang anggaran.

“Ketika ada perselisihan jejak pandang antara eksekutif dan legislatif, maka rakyat yang tersandra, kepentingan politik harus dikesampingkan, utamakan kepentingan rakyat, sehingga Abdya akan maju dan bertambah baik,” ungkapnya.

Tanggal 13 Agustus 2017 mendatang, lanjut Jufri, masa pengabdian Bupati dan Wakil Bupati periode 2012-2017 akan berakhir. Tentunya kontribusi untuk daerah tidak ada batas waktu tapi akan terus menerus dilakukan.

“Untuk periode 2017-2022, pemimpin baru sudah dipilih rakyat, sebagai komponen bangsa di Abdya mari berfikir secara jernih, sportif dan objektif bahwa pertarungan dinamika politik sudah kita lalui. Yang terpenting saat ini, bagaimana kita pikirkan bersama-sama membantu dan saling mensokong pemimpin kedepan. Disitulah letak dan sportifitas pengabdian kita,” kata Bupati Jufri lebih lanjut. (Rizal).

To Top