Sosial

Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman, Begini kata Kepala Humas Pemerintah Aceh

Foto | Disbudpar Aceh

ACEHTERKINI.COM | Masjid Raya Baiturrahman yang berada di pusat kota Banda Aceh kini berpenampakan baru selama dilaksanakannya proyek 12 payung elektrik.

Proyek pengembangan landscape dan infrastruktur Masjid terindah di Asia Tenggara ini rencananya akan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang juga selaku Dewan Masjid Indonesia pada Sabtu, 13 Mei 2017 besok.

Masjid Raya Baiturrahman memiliki luas mencapai 4.760 meter kubik, kini dapat menampung hingga 9.000 jamaah. Masjid ini sangat dekat dengan Pasar Aceh. Memiliki tujuh kubah, empat Menara dan satu menara induk.

Bagaimana penampakan wajah baru Masjid Raya Baiturrahman ini?

Kepala Humas Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan, wajah baru Masjid Raya Baiturrahman kini memiliki 12 payung elektrik seperti payung yang ada di Masjid Nabawi Kota Madinah, Arab Saudi.

“Dulu Masjid Raya Baiturrahman mampun menampung 9.000 jamaah, maka dengan adanya pengembangan landscape dan infrastruktur ini sudah bisa menampung 24.000 jamaah baik di dalam maupun di luar masjid,” kata Mulyadi Nurdin, Kamis (11/5/2017).

Selain itu kata Mulyadi, saat ini tempat wuduk Masjid Raya Baiturrahman berjumlah 288 titik berada di basement.

Sekarang koridor basementnya juga tampak sangat mewah dengan dinding dan lantai marmer serta motif pintu Aceh, belum lagi adanya escalator sebanyak 4 unit.

Parkir yang juga terletak di basement juga mampu menampung 254 mobil dan 347 motor.

“Saat ini proses penyediaan ruang terbuka hijau juga telah dilakukan dengan penanaman 32 batang pohon kurma serta menanam kembali satu batang pohon kohler yang dipotong saat proses  renovasi pada tempat semula,”pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Aceh menggelontorkan anggaran senilai Rp 458 miliar untuk merenovasi Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh mulai tahun 2015. Proyek landscape baru itu dibangun oleh PT Waskita Karya, selaku kontraktor, PT Perent Jana Djaja, selaku konsultan perencana, dan PT Artifak Arkindo, selaku manajemen kontruksi. [Red]

To Top