Hukum

Polri Musnahkan 16 Hektar Ladang Ganja di Aceh Besar

Pemusnahan Ganja di Aceh Besar

ACEHTERKINI.COM | Tim gabungan dari Dit Narkoba Mabes Polri, Dit Resnarkoba Polda Aceh, Brimob Polda Aceh, Polres Aceh Besar kembali melakukan aksi pemusnahan ladang ganja seluas 16 hektar di kaki pegunungan Seulawah, tepatnya di Desa Meusale Lhok, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Senin (15/05/17) siang.

Ladang ganja tersebut ditemukan di sejumlah titik yang lokasinya tidak berjauhan. Total keseluruhan ada 16 hektar lading ganja yang ditemukan di kaki gunung seulawah, Aceh Besar. Kemudian seluruh tanaman haram tersebut dicabut dan dibakar di lokasi.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Drs. Eko Daniyanto, M.M dan Katim Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim, AKBP Dony Setiawan dan turut didampingi oleh Dir Resnarkoba Polda Aceh dan beberapa personel lainnya.

kepada sejumlah awak media Brigjen. Pol Eko Daniyanto mengatakan, penemuan ladang ganja tersebut merupakan hasil dari pengembangan penemuan sindikat pengedar narkoba di Lampung pada dua bulan yang lalu yang mencapai hampir satu ton lebih.

“Setelah kita kembangkan ternyata kasus yang di Lampung ada 9 sampai 12 titik yang berdekatan di satu kawasan yang sama, ini juga berkat hasil koordinasi dengan Polda Lampung, Polda Riau dan Polda-polda lainnya, termasuk Polda Aceh,” ujar Eko.

Dari hasil pengembangan itulah, Direktorat Narkoba Mabes Polri kemudian memerintahkan Direktorat Narkoba Polda Aceh dan jajarannya untuk melakukan penyelidikan, sehingga ditemukan adanya indikasi ladang baru di pegunungan Aceh Besar ini.

Brigjen Pol Eko juga menambahkan, pihaknya pada Selasa (16/5/2017) akan kembali memusnahkan beberapa ladang baru lagi dikawasan yang sama dan tak jauh dari tiga titik yang telah ditemukan di kaki gunung seulawah, Aceh Besar.

“Semua ladang-ladang ganja ini harus kita sikat habis sehingga si penanam tidak bisa memanen barang haram tersebut, dan saya harap bagi siapa pun pemilik atau penanam ganja di kawasan ini, alangkah baik nya untuk bisa tidak menanam lagi tanaman haram tersebut akan tetapi beralih lah kepada tanaman yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis,”pesan Eko Daniyanto.

Sumber : Tribratanews Polda Aceh

To Top