Sosial

Peringati Mayday, Begini Tuntutan Buruh di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Ratusan buruh yang tergabung dalam Asosiasi Buruh Aceh (ABA) menggelar aksi longmarch mengelilingi pusat Kota Banda Aceh pada peringatan Mayday, Senin (1/5/2017).

Sekretaris ABA, Habibie Inseun mengatakan masih banyak persoalan yang terjadi di Aceh terkait dengan ketenagakerjaan. Ini tidak terlepas dari tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Aceh.

Asosiasi Buruh Aceh Menggelar Longmarch Peringati Mayday 2017

“Padahal Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) yang dikelola setiap tahunnya melebihi Rp10 triliun,” kata Habibie dalam aksi itu.

Masalah Upah Minimum Provinsi (UMP), kata Habibie sudah kita terima sebagaimana ditetapkan oleh Gubernur Aceh sebesar Rp2,5 juta, tapi kelompok pengusaha masih enggan melaksanakan bahkan menolaknya dengan menggugat ke pengadilan.

“Terlebih lagi Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Ketenagakerjaan juga belum belaku efektif,” kata Habibie.

Aksi yang digelar memperingati Mayday 2017 ini menuntut agar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan dapat di cabut.

Membentuk dan melaksanakan peraturan tehnis Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Ketenagakerjaan. [Edi]

To Top