Sosial

Pengurus DPD PPNI Abdya Dilantik

Foto | Rizal

Sebanyak 47 anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh Barat Daya (Abdya) dilantik pada Sabtu (13/5/2017) di Aula Tengku Dikila, Gedung Bappeda setempat.

Para pengurus tersebut dilantik lansung oleh Ketua DPD PPNI Abdya Ns. Rinaldi Skep yang juga turut dihadiri Dr Hajul Kamil Skape, Mkep selaku Dekan Fakultas Keperawatan Unsyiah, Banda Aceh dan Ns. Ayub MSc selaku Ketua Bidang Informatika Kelembagaan DPW PPNI Aceh. dimana, keduanya merupakan pemateri dalam acara seminar sehari usai pelantikan pengurus inti PPNI.

Ketua DPD PPNI Abdya Ns. Rinaldi, SKep mengatakan, peran perawat sangat besar dalam hal kesehatan masyarakat. Untuk menjadi seorang perawat tentu dibutuhkan waktu yang panjang dan menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk biaya pendidikannya.

“Dimanapun perawat itu bertugas, kita berharap dapat diperhatikan kesejahteraannya. Mereka akan berdamai dengan orang lain saat sudah berdamai dengan dirinya sendiri,” tuturnya.

Rinaldi berpesan kepada pengurus PPNI yang baru saja dilantik agar sama-sama saling bahu membahu menyamakan persepsi untuk melangkah mewujudkan organisasi profesi perawat sebagai organisasi yang berdiri digarda terdepan dalam hal meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Mari kita berikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat, gunakan senyuman sebagai modal utama bahwa perawat merupakan ujung tombak kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Pengurus PPNI ini bukanlah sekedar sensasi saja, akan tetapi PPNI punya tangung jawab dan tantangan yang besar kedepannya, dalam hal ini mengawasi sistem kesehatan dan mendukung penuh program pemerintah dalam di bidang kesehatan.

Maka dari itu, tambah Rinaldi , dalam acara seminar sehari ini, para peserta akan dibekali tentang implementasi Undang-Undang nomor 38 tahun 2014 tentang kesehatan dan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang keperawatan.

“Kita berharap, dengan terlaksananya seminar ini akan menciptakan perawat-perawat yang profesional lagi kedepannya. Sehingga tidak ada lagi penilaian yang negatif terhadap perawat dimanapun mereka berada,” ujarnya singkat. (Rizal)

To Top