Sosial

Pengosongan Rumah Bantuan di Manggeng Gagal

ACEHTERKINI.COM | Proses pengosongan Rumah Sehat Sederhana (RSS) atau rumah bantuan untuk keluarga miskin di Desa Pante Cermen, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (9/5/2017) gagal dilakukan. Pasalnya, warga yang telah menempati 11 unit rumah tersebut bersikeras agar dilakukan verifikasi ulang oleh instansi terkait.

“Jika verifikasi itu benar, maka kami siap meninggalkan rumah ini. Tidak perlu diusir paksa dengan memboyong pihak keamanan, dengan sukarela akan kami tinggalkan, asalkan tidak mencampuri masalah ini dengan urusan politik,” kata Erli, salah satu warga yang mendiami RSS Desa Pante Cermen, Kecamatan Manggeng.

Erli sebagai perwakilan dari warga miskin yang menempati rumah tersebut meminta agar dalam verifikasi ulang nanti harus melibatkan berbagai unsur yang berkepentingan serta netral dalam melakukan tugasnya tidak diboncengi dengan unsur penekanan atau intimidasi.

Seorang murid SD sedang pulang kerumahnya pada saat akan berlansungnya proses pengosongan rumah sehat sederhana di Desa Pante Cermen, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya, Selasa (9/5)

“Kami bermohon, bapak-bapak yang melakukan verfikasi agar netral dan tidak memihak, lakukan dengan profesional. Disamping itu kami juga meminta agar anggota dewan dilibatkan dalam tim tersebut,” kata dia dihadapan Wakapolres Abdya Edi Bagus Sumantri, Ketua Komisi D DPRK Abdya Umar termasuk Plt Kepala Dinas Sosial Amrizal, Kasatpol PP dan WH Riad SE dan unsur Muspika setempat

Dalam kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Sosial mengabulkan permintaan warga tersebut setelah mendapat arahan lansung dari Bupati Abdya, agar dilakukan verfikasi ulang. Dengan catatan, warga yang menghuni rumah bantuan itu harus menandatangani berita acara pernyataan siap meninggalkan rumah tersebut jika tidak lulus verifikasi.

“Setelah kita berkoordinasi dengan pimpinan (Bupati) maka kita diminta untuk segera melakukan verifikasi ulang, dalam waktu dekat ini akan kita buat SK tim pelaksana verifikasi. Artinya juga tidak terlepas dari arahan dan petunjuk pimpinan tentunya,” ungkap Amrizal kepada sejumlah awak media dilokasi RSS Desa Pante Cermen.

Sebelumnya, Amrizal sempat membacakan Surat Keputusan (SK) Bupati Abdya Nomor 203 tahun 2017 tentang penetapan kepala keluarga penerima bantuan rumah sehat sederhana dalam wilayah Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya dan nama-namanya terlampir dalam SK.

Berdasarkan SK tersebut memerintahkan Dinas Sosial untuk segera mengosongkan rumah bantuan terhadap warga yang tidak tercantum dalam lampiran SK dimaksud.

Dari 31 unit itu, terdapat 11 orang kepala keluarga untuk segera mengosongkan rumah. Dimana, surat pemberitahuan sudah jatuh tempo selama 3 hari. Dengan dilakukan pendekatan secara persuasif, tim keamanan yang terdiri dari Kepolisian, Satpol PP dibantu personel koramil setempat tidak jadi melakukan pengosongan terhadap warga tersebut sampai ada hasil verfikasi selanjutnya. (Rizal)

To Top