Layanan Publik

Pedagang Daging Abaikan Edaran Bupati Abdya

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah pedagang daging meugang di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengabaikan surat edaran Bupati Abdya tentang pelaksanaan hari meugang jelang bulan suci Ramadhan 1438 hijriah yang ditetapkan pada Hari Jum’at (26/5/2017).

Dalam surat edaran dengan nomor 450/585/2017 tanggal 23 Mei 2017 menyatakan bahwa pelaksanaan meugang jatuh pada hari Jumat (26/5/2017). Surat edaran tersebut telah dilayangkan kepada sejumlah camat dalam Kabupaten Abdya untuk diteruskan kepada warganya masing-masing.

Salah satu pedagang daging meugang di Lapangan Bola Kaki, Desa Keudai, Kecamatan Manggeng, mengaku akan rugi jika mengikuti edaran Bupati Abdya tersebut. Pasalnya, pada hari Jum’at warga sudah banyak yang akan melaksanakan ibadah puasa pada tanggal 27 Mei mendatang.

“Kalau menurut kami, hari Jum’at itu waktu yang sangat singkat, jadi tidak mungkin untuk menjual habis daging kerbau yang sudah kita potong. Sementara, kalau hari Kamis cukup efektif jelang H-2 pelaksanaan ibadah puasa,” kata Amir sembari melayani ratusan pembeli yang terus memadati lapangan Bola Kaki Manggeng, Kamis (25/5/2017).

Dikatakannya, sehari sebelum pelaksanaan meugang. Pihaknya bersama dengan pedagang lainnya sudah menyiapkan tempat pemotongan untuk puluhan ekor kerbau. Bukan hanya di Manggeng saja, bahkan sejumlah kecamatan lainnya seperti Tangan-Tangan, Blangpidie dan Babahrot juga melakukan hal yang serupa.

“Kita mewanti-wanti jangan sampai rugi, jika ada pedagang yang menyembelih dihari Jum’at kemungkinan akan rugi,” ujarnya singkat.

Akan Ditindak Tegas

Sebelumnya, Bupati Abdya Jufri Hasanuddin dalam pertemuannya bersama sejumlah pedagang di Pendopo, Rabu (24/5/2017) malam sekitar pukul 22.30 WIB mengatakan, penetapan jadwal pelaksanaan meugang itu sesuai hasil kesepakatan dengan para ulama di Abdya.

Dihadapan sejumlah pedagang, Jufri mengaku akan menidak tegas jika ada pedagang yang melakukan pemotongan pada hari Kamis (25/5/2017). Karena, Bupati Jufri tidak mengeluarkan izin untuk itu.

“Siapapun yang menyembelih esok (Kamis) maka akan ditindaklanjuti karena telah melanggar edaran pemerintah. Jika ada yang menyembelih dan menjual daging, kita pastikan tidak bisa dijual,” tegas Jufri memberikan alasan kepada ratusan pedagang.

Meskipun begitu, para pedagang banyak yang membuka lapak daging meugang pada hari Kamis. Harga daging dibanderol perkilo Rp.170.000-Rp.200.000,-. (Rizal).

To Top