Hukum

Nenek dan Cucunya Tewas Bersimbah Darah di Abdya

Foto | Rizal

ACEHTERKINI.COM | Tiga warga  Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Rabu (17/5/2017) sekitar pukul 13.50 wib ditemukan terkapar sudah tidak bernyawa didalam rumahnya di Jalan Lukman, Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie.

Sekujur tubuh korban mengalami luka berat hingga berlumuran darah, diduga terkena benda tajam. Ketiga korban tersebut yakni Habibi Askhar Balihar (7), Fakhrurrazi (14) dan Wirnalis (62) yang tak lain merupakan nenek kandung kedua korban.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, ketiga korban ditemukan oleh ayah kandungnya, Mulyadi (50) yang berkunjung untuk melihat anak dan ibu mertuanya. Ketika tiba di rumah, dia mendapati kondisi rumah masih dalam tertutup rapat dan lampu dalam kondisi menyala.

“Saya merasa curiga ketika melihat rumah masih terkunci rapat dan lampu masih menyala. Kemudian saya langsung menghubungi saudara untuk mendobrak pintu rumah guna memastikan kondisi di dalam,” ujar Mulyadi yang bekerja sebagai PNS di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya.

Disamping itu, terdapat juga ceceran darah di dalam rumah. Kecurigaan Mulyadi mulai terjawab setelah pintu terbuka dengan cara didobrak, terlihatlah ketiga korban telah tewas dengan kondisi bersimbah darah. Dua korban ditemukan di ruang keluarga, sedangkan satunya lagi ditemukan tak bernyawa di dalam kamar.

“Sehari sebelumnya, saya masih sempat bertemu dengan anak-anak dan rutin berkomunikasi, dan mereka memang biasa menginap di rumah neneknya. Bahkan Habibi sempat meminta izin untuk menginap di rumah neneknya,” tambahnya.

Amatan di lapangan, tempat kejadian perkara telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat dengan memasang garis polisi. Kapolres Abdya, AKBP Andi Hermawan, SIk dan Wakapolres, Kompol Edi Bagus Sumantri, SIk beserta sejumlah personelnya sudah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu juga tampak personel TNI, dan petugas medis.

Para warga terus memadati lokasi kejadian untuk melihat proses evakuasi ketiga korban dan selanjut dibawa ke Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) untuk diautopsi.

Kapolres AKBP Andi Hermawan, SIk mengatakan, kejadian tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh tim penyidik Polres Abdya. Mereka sudah melakukan olah TKP guna menemukan dan memperdalam motif dibalik kasus ini.

Pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin dan secepatnya untuk mengungkap kasus ini. Barang bukti disekitar TKP terus dicari dan dikumpulkan guna memperkuat proses penyelidikan.

“Tim kami sudah bekerja dan nantinya akan dikembangkan dengan memanggil para saksi, tetangga dan pihak keluarga. Dengan harapan kasus ini cepat terungkap. Apa motifnya dan kapan kejadian pastinya, nanti akan terungkap. Yang jelas korban tewas sebanyak tiga orang,” demikian ujarnya. (Rizal)

Comments
To Top