Sosial

Jusuf Kalla: Masjid Raya Baiturrahman Ikon Masjid Indonesia

Jusuf Kalla di Masjid Raya Baiturrahman

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan kemakmuran masjid harus sejalan dengan pembangunan. Masjid Raya Baiturrahman merupakan lambang peradaban masyarakat Aceh.

Itu dikatakan Jusuf Kalla saat meresmikan 12 payung elektrik Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh, Sabtu (13/5/2017).

Masjid Raya Baiturrahman merupakan ikon masjid di Indonesia secara keseluruhan. Semoga masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh ini menjadi tempat yang bisa memakmurkan rakyat Aceh,” kata Jusuf Kalla.

Wakil Presiden RI mengajak masyarakat Aceh menjaga perdamaian dan persatuan dari masjid. “Semoga masyarakat Aceh harus senantiasa menjaga kedamaian, kesatuan dengan mempererat silaturrahmi dari masjid,” tutur Jusuf Kalla.

Pada kesempatan itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyampaikan bahwa Masjid Raya Baiturrahman merupakan ikon bersejarah Aceh yang menjadi simbol peradaban Islam.

“Saat ini Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya untuk tempat ibadah, tapi juga wisata heritage dan menjadi kebanggaan Indonesia dan internasional,” kata Zaini Abdullah.

Lanscape Masjid Baiturrahman yang diresmikan Wapres adalah 12 unit payung elektrik. Sebelas dari 12 payung memang sudah dibuka. Sementara satu unit payung  dibuka secara simbolis oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Sebagaimana diketahui pembangunan landscape dan infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman ini dimulai pada 28 Juli 2015.

Pembangunan Masjid Raya sendiri dilakukan dalam dua tahap, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Pembangunan jangka pendek merupakan pemasangan 12 unit payung elektrik di pelataran masjid layaknya payung yang terdapat di Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Selain itu, juga dibangun berbagai sarana lain, seperti taman, rumah genset, pusat pengolahan air, drinking water system dan perbaikan beberapa interior bangunan. Juga ada pembangunan basement (lokasi parkir) yang luas, sehingga semakin meningkatkan kenyamanan para pengunjung yang datang untuk berwisata religi.

Sedangkan target jangka panjang adalah perluasan kawasan masjid. Rinciannya, untuk kawasan barat akan dijadikan sebagai pusat pendidikan. Di lokasi tersebut akan dibangun TPA dan sekolah yang fokus pada pendidikan agama Islam.

Sementara kawasan selatan nantinya akan jadikan sebagai pusat berbagai aktivitas Islam. Di lokasi itu akan dibangun guest house dan covention center yang dikelola dengan sistem manajemen Islam.

Selanjutnya, untuk kawasan timur akan dijadikan sebagai media center. Di areal itu akan dibangun berbagai sarana penyiaran berita islami dan penyebarluasan informasi soal agama Islam.

Direncanakan juga dibangun sebuah Departemen Store, di bagian timur masjid dan nantinya pengelolaan di bawah kepengurusan remaja masjid. Sementara di kawasan utara akan terhubung dengan Krueng Aceh sehingga menambah keindahan dan keunikan masjid.

Sedangkan zona utama akan dibangun pusat percetakan dan Galeri serta berbagai sarana untuk pameran. [Edi]

To Top