Hukum

Hukuman Cambuk di Aceh Tidak Melanggar HAM

Hukuman Cambuk

ACEHTERKINI.COM | Hukuman cambuk yang dilaksanakan di Provinsi Aceh merupakan amanah dari perundang-undangan dan tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Hal tersebut disampaikan Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Abdul Gani Isa, Selasa (23/5/2017).

“Hukuman cambuk di Aceh sudah menjadi hukum positif, ini sangat kuat karena dipayungi oleh Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh,” kata dia.

Ditambahkannya pelaksanaan hukuman cambuk adalah salah satu asas pembelajaran kepada masyarakat dengan sifat yang persuasive, mendidik dan dilakukan tidaklah bertentangan dengan HAM.

“Karena pelaksanaan dilakukan sangat terbuka dan melalui proses yang panjang, dan bisa dibuktikan dengan alat bukti yang otentik. Pelaksanaan cambuk juga tidak dilakukan ditempat sembunyi melainkan dihadapan publik,” kata Abdul Gani Isa saat memberikan tausiah sebelum eksekusi cambuk dilaksanakan di Masjid Jamik Syuhada tadi pagi.

Tujuan hukuman cambuk ini bukanlah bersifat hura-hura, tapi menerapkan hukum langit di negeri ini. “Sungguh bahagia orang-orang yang mencintai Allah swt dan mencintai RasulNya, menegakkan hukum Allah di bumi ini,” kata Dr. Tgk Abdul Gani Isa.

Berita Terkait : Hari Ini Pelanggar Syariat Islam Dicambuk 372 Kali

Sebagaimana diketahui 10 orang pelanggar syariat Islam dieksekusi cambuk di Masjid Jamik Syuhada, Selasa (23/5/2017). Empat pasang melanggar Jarimah Ikhtilath dan dua pasangan lagi melanggar Jarimah Liwath. [Firman]

To Top