Peristiwa

Hujan Lebat, Air Rendam Rumah dan Jalan Nasional di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Hujan lebat dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membuat sejumlah ruas jalan nasional di kabupaten setempat tergenang air. Sehingga membuat arus laluntas sempat macet beberapa saat.

Para pengendara terpaksa harus menunggu hingga air surut atau melaju dengan perlahan, sebab air diatas permukaan jalan rata-rata dengan ketinggian 30 cm. “Mobil kami sangat rendah, jadi terpaksa harus menunggu air surut dulu baru akan melaju kembali, kalau mobil yang tinggi mudah saja untuk melintasi,” kata Mahdi salah satu sopir yang sudang terjebak banjir di Jalan Nasional, Desa Alue Manggota, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Kamis (4/5/2017).

Menurut warga setempat, genangan air di permukaan jalan nasional, Desa Alue Manggota tersebut, terjadi akibat kecilnya saluran lintasan arus air termasuk gorong-gorong yang ada pada saluran tersebut. Untuk itu perlu dilakukan pelebaran agar arus air tidak tersumbat.

Air Hujan Menggenangi Jalan Nasional di Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Kamis (4/5).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin menghimbau masyarakat Abdya agar tetap waspada terkait tingginya curah hujan. Sebab bencana banjir yang disebabkan luapan sungai dan saluran kadang datang dengan tiba-tiba. “Air hanya menggenangi jalan raya saja karena ada sejumlah wilayah terjadi penyempitan saluran, jadi perlu dilakukan perbaikan kembali,” ungkapnya.

Amir bersama dengan anggotanya sedang melakukan pemantau kelokasi sejumlah wilayah yang bakal terkena dampak banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Diantaranya, sebahagian wilayah di Kecamatan Blangpdie, Kecamatan Setia dan Kecamatan Tangan-Tangan. Sementara sejumlah kecamatan lainnya masih aman.

“Selain menggenangi jalan raya, air juga merendam sejumlah rumah warga di Desa Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, akan tetapi jumlahnya hanya sepuluhan saja. Kemudian ketinggian air hanya mencapai lutut orang dewasa saja,” sebutnya

Kepada seluruh masyarakat, Amir berharap agar tetap proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan terus membersihkan saluran air mulai dari saluran air rumah tangga hingga aliran sungai, sehingga tidak tejadi pendangkalan sungai dan potensi terjadinya banjir akan semakin kecil.

Mengulang pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, banjir dengan ketinggian mencapai hampir 150 cm pernah melanda wilayah Abdya seperti di Desa Alue Dawah, Lhok Gayo, Blang Raja, Ie Mirah dan Gunung Samarinda Kecamatan Babahrot termasuk disejumlah kecamatan lainnya. “Alhamdulillah, saat ini wilayah tersebut sudah mulai aman dari banjir,” tuturnya singkat. (Rizal)

To Top