Politik

Gaji Belum Dibayar, Penyelenggara Pilkada Gelar Unjuk Rasa

Ketua Panwaslih Aceh Singkil, Baihaqi

Foto | Jamaluddin

ACEHTERKINI.COM| Ratusan penyelenggara Pilkada serentak tahun 2017 yang terdiri dari Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten (Panwaslihkab),  Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwaslicam) dan Panitia Pemilihan Lapangan (PPL) se Kabupaten Aceh Singkil melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (23/5/2017).

Para penyelenggara Pilkada ini mendesak Bupati Aceh Singkil, Safriadi untuk segera menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Panwaslih Kabupaten Aceh Singkil tahun 2017 senilai 2 miliar rupiah.

Koordinator aksi, Abdullah Hasan Saragih dalam orasinya menyampaikan Panwaslihcam dan PPL se Kabupaten Aceh Singkil telah melaksanakan pengawasan Pillkada serentak 2017 dengan penuh tanggung jawab. Namun, hak – hak kami hingga hari ini belum juga dibayarkan, padahal masa kerja kami telah lama berakhir.

“Tolong bapak bupati segera selesaikan anggaran Panwaslih dan tolong segera tandatangani NPHD Panwaslih Aceh Singkil tahun anggaran 2017, agar hak – hak kami dapat dibayarkan oleh Panwaslih Aceh Singkil,” kata Abdullah Hasan.

Dalam unjuk rasa itu, mereka juga akan membawa persoalan ini ke ranah hukum jika tuntutan tersebut tidak direspon oleh Bupati Aceh Singkil dalam tempo 3 x 24 jam.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Aceh Singkil, Baihaqi mengatakan, apabila NPHD tidak ditandatangani oleh Bupati Aceh Singkil, maka hak-hak penyelenggara Pilkada (Panwaslihcam dan PPL) se Aceh Singkil tidak dapat dibayarkan.

“Padahal, para pahlawan demokrasi sudah menjalankan tugas dan fungsi mereka sebagai pengawas Pilkada serentak tahun 2017 di Aceh Singkil,” kata Baihaqi.

Pilkada serentak 2017 kata Baihaqi telah berjalan sukses dan telah sesuai dengan harapan pemerintah dan itu terlihat  dari pelaksanaan Pilkada telah menghasilkan  pemimpin pilihan rakyat yang dalam waktu dekat ini akan dilantik sebagai kepala daerah periode 2017 – 2022.

“Maka dari itu, sudah sewajarnya hak – hak mereka selaku penyelenggara untuk dipenuhi dan secepatnya direalisasikan oleh pemerintah daerah kabupaten Aceh Singkil,” ujar Baihaqi.

“Tidak ada alasan, bila Bupati Aceh Singkil tidak berkenan menandatangani NPHD kami, ” papar alumni HMI Aceh.

Baihaqi mengaku sudah berulang kali untuk menghadap bupati, bahkan juga sudah mengirim pesan via SMS, namun tidak mendapatkan jawaban.

“Aksi ini kami lakukan karena tidak ada kejelasan dari Bupati Aceh Singkil untuk menyelesaikan NPHD, dan kami selama ini sudah cukup bertahan dan bersabar, dan inilah titik klimaks akan kesabaran kami untuk memenuhi hak kawan- kawan PPL dan Panwascam sebagai pahlawan demokrasi yang telah menjalankan tugas dan fungsi nya dengan baik, ” pungkas Baihaqi.

Asisten III Setdakab Aceh Singkil, Syarifah Hanum

Asisten II, Nazri,SE dan Asisten III, Syarifah Hanum yang datang menemui para pengunjuk rasa dan meminta 10 perwakilan pengunjuk rasa untuk membahas masalah tersebut.

Dalam pertemuan itu dihadiri oleh Kapolres Aceh Singkil, Kepala Humas Aceh Singkil, Ketua KIP Aceh Singkil, Asisten II Setdakab dan Asisten III Setdakab Aceh Singkil, Panwaslih Aceh Singkil.

Asisten III Setdakab Aceh Singkil, Syarifah Hanum menyampaikan berkas NPHD akan segera di urus ke Banda Aceh. Surat tersebut masih berada di Pemerintah Provinsi Aceh di Banda Aceh.  [Jamaluddin]

To Top