Ekonomi

Dana Desa Belum Cair, Petani Beli Padi dengan Biaya Sendiri

ACEHTERKINI.COM | Hampir seluruh petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpaksa harus mengeluarkan modal sendiri untuk membeli bibit dan pupuk dalam masa tanam (MT) Gadu tahun 2017. Hal itu cukup berbeda dengan masa-masa tanam sebelumnya, biasanya pemerintah setempat sering mengadakan bantuan bibit dan pupuk untuk para petani diwilayah setempat.

Sandiman, salah satu petani di Kecamatan Manggeng, mengaku sedikit kecewa dengan MT Gadu kali ini. Kerena pemerintah belum bisa menyediakan bibit dan pupuk untuk para petani. Sehingga, pihaknya bersama sejumlah petani lainnya terpaksa menyediakan bibit dan pupuk dari biaya sendiri.

“Biasanya kita sering mendapat bantuan bibit, pupuk bahkan obat hama. Namun kali ini tidak ada sama sekali. Bahkan kita harus mencari bibit dan membeli pupuk dengan uang sendiri,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/5/2017) dilokasi areal persawahan paya laot.

Masa Tanam Padi di Abdya [dok.acehterkini]

Bersama dengan petani lainnya, Sandiman mengatakan, bahwa dana untuk membeli pupuk dan bibit tersebut tersedia pada Anggaran Dana Gampong (ADD). Akan tetapi sejauh ini, pihak desa belum juga mampu menyediakan bibit ataupun pupuk untuk petani. Bahkan ada petani yang kuatir kalau pengadaan bibit dan pupuk tersebut terkesan akan di mark-up oleh kepala desa (keuchik) dalam laporan pertanggung jawabannya nanti.

Maka dari itu, pihak instansi terkait dalam hal ini, Dinas Pertanian dan pangan (Distanpan) Abdya dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) selaku fasilitator dana desa untuk mempertanyakan hal itu kepada aparatur desa, khususnya pada keuchik.

“Yang kita takutkan, keuchik nanti dalam laporan pertanggung jawabannya justru mencantumkan pembelian pupuk dan bibit, padahal tidak ada sama sekali. Kita berharap instansi terkait lebih jeli dalam menyikapi hal itu,” ungkapnya.

Yakop, selaku Keujrun Blang di Kecamatan Tangan-Tangan, juga membenarkan kalau dalam MT Gadu tahun ini bibit dan pupuk tidak tersedia. “Kami berharap, pemerintah kedepan akan lebih memperhatikan nasib petani. Sebab modal yang kita keluarkan untuk menggarap lahan hingga masa panen tidak berimbang dengan hasil yang kita dapatkan, karena harga gabah sering naik turun,” tuturnya singkat.

Terkait hal itu, Kepala Distanpan Abdya, Muslim membenarkan bahwa dalam MT Gadu kali ini petani tidak mendapatkan bantuan bibit dan pupuk sebagaimana biasanya. Dimana, untuk pembelian pupun dan bibit bergantung pada dana desa. Berhubung dana desa belum cair, maka proses pembelian bibit dan pupuk akan disediakan pada MT Rendengan tahun 2017 mendatang.

“Sebelumnya, kita sudah menfasilitasi para keuchik dengan pihak ketiga untuk menanggulangi bibit dan pupuk sampai dana desa dicairkan, namun ada sejumlah keuchik justru tidak sanggup berurusan dengan pihak ketiga tersebut, biarlah tunggu dana desa itu cair dulu. Yang jelas kita berkomitmen pada rendengan nanti akan mengawal proses pembelian bibit dan pupuk secara ketat,” ujar Muslim singkat.

Sementara itu, Ruslan Adly selaku Kepala DPMP4 Abdya, mengaku sudah mensosialisikan kepada keuchik agar segera menyediakan bibit dan pupuk terlebih dahulu sampai dana desa cair. Akan tetapi banyak keuchik yang enggan melakukannya. Diantara mereka ada yang beralasan terlalu mahal karena pupuk yang disediakan bukan subsidi tetapi non subsidi.

“Yang jelas kita sudah berupaya semaksimal mungkin, lambannya proses pencairan dana desa juga terbentur karena adanya sejumlah desa yang belum selesai pertanggung jawaban anggaran tahun 2016 lalu. Kalau tidak ada halangan, pada akhir bulan Mei mendatang dana tersebut sudah cair,” pungkasnya. (Rizal)

To Top