Sosial

Butuh Normalisasi, Sawah di Abdya Terendam Banjir Luapan

ACEHTERKINI.COM | Sedikitnya puluhan hektar sawah petani padi di Desa Ikue Lhueng, Kecamatan Jeumpa dan Desa Ujung Padang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terendam banjir luapan akibat terjadinya pedangkalan sungai dilokasi setempat.

Dengan kondisi tersebut, Petani setempat mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya untuk segera melakukan normalisasi aliran sungai, agar para petani tidak mengalami kerugian harus berulang-ulang melakukan penanaman padi diwilayah setempat.

Aliran sungai di kawasan itu menampung sebanyak  tujuh aliran anak sungai yang berada dalam wilayah Kecamatan Jeumpa. Sehingga disaat curah hujan tinggi, air akan meluap dan merendam tanaman padi petani, bahkan bisa ke pemukiman warga setempat.

Terendam: lahan sawah milik warga kerap terendam banjir saat hujan deras mengguyur wilayah setempat, Jumat (5/5).

Aliran sungai yang berhulu di Ikue Lhueng tersebut, meliputi aliran sungai Kampung Baru, Gunong Cut, Alue Rambot, Alue Sungai Pinang, Alue Cot Jeumpa, Alue Barat, Cot Manee dan Ladang Neubok. Wajar saja terjadi luapan, karena debit air telah melebihi daya tampung sungai. Selain itu, persoalan lain yang terjadi saat ini adalah sungai-sungai tersebut semakin dangkal, termasuk Muara Pulau Kayu yang juga menjadi salah satu muara tempat penampungan air dari hulu.

“Karena sering terendam, tanaman padi kami banyak yang mati dan petani merugi. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali, maka kami meminta pemerintah segera melakukan normalisasi,” ujar Syahrul petani diwilayah setempat, Jumat (5/5/2017).

Saat ini petani di kawasan tersebut sedang melakukan pengolahan tanam dan penyemaian bibit untuk persiapan tanam padi. Namun akibat hujan yang terus mengguyur Abdya masih tinggi, lahan yang telah dipersiapkan kembali direndam banjir.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Ir Muslim secara terpisah mengatakan, persoalan areal persawahan di Ikue Lhueng dan Ujung Padang akan segera ditanggulangi dengan melakukan normalisasi. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Penaggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) untuk mengupayakan normalisasi guna mengangkat sedimen di dasar sungai.

Sementara itu, Kepala BPBK Abdya, Amiruddin akan kembali melakukan pengecekan ke lapangan guna melihat kawasan aliran sungai mana yang dilakukan pengerukan. Selain itu, normalisasi tetap dilakukan namun disesuaikan dengan jumlah anggaran yang tersedia.

“Normalisasi tetap dilakukan, sesuai dengan anggaran yang tersedia. Kita akan cek kelokasi berapa dana bantuan tanggap darurat yang bisa dikucurkan, karena anggaran juga sangat terbatas,” sebut Amir singkat. (Rizal)

To Top