Sosial

Warga Protes, Pelantikan Pj Keuchik Blang Manggeng Gagal

ACEHTERKINI.COM |  Sejumlah warga Desa Blang Manggeng, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (11/4/2017) berbondong-bondong mendatangi Kantor Camat Manggeng untuk menggagalkan proses pelantikan Pejabat (Pj) Kepala Desa (Keuchik) Blang Manggeng karena dianggap tidak memenuhi syarat.

Camat Manggeng Tabari didampingi Danramil Kapten Inf M Latif dan perwakilan Kapolsek setempat berupaya menenangkan warga agar tidak ribut saat akan melakukan pelantikan Pj Keuchik di Aula Kantor Camat setempat.

Teks Foto : Warga tampak hadir memadati aula Kantor Camat Manggeng, untuk membatalkan proses pelantikan Pj Keuchik Blang Manggeng, Selasa (11/4/2017). [Rizal]

Namun teriakan warga juga tidak mampu diredam, pasalnya, warga tetap bersikeras agar Pj Kecuhik tersebut tidak dilantik sampai ada syarat yang lengkap untuk dilakukan pelantikan.

Melihat kondisi warga yang tidak memberi kesempatan camat untuk berbicara, maka acara pelantikan Pj Keuchik terpaksa diskor. Setelah berkoordinasi dengan bagian Pemerintahan Setdakab Abdya, Camat Tabari berinisiatif menunda pelantikan Pj tersebut sampai ada arahan selanjutnya dari pimpinan (Bupati).

“Dengan kondisi seperti ini, pelantikan Pj Keuchik Blang Manggeng terpaksa harus ditunda sampai ada arahan selanjutnya dari bupati. Mungkin dalam beberapa hari ini sudah ada jawabannya,” ungkap Tabari.

Secara singkat, Hermi mantan Keuchik Blang Manggeng yang sudah di pecat oleh Bupati pada tanggal 4 April lalu, mengaku sangat kecewa dengan acara pelantikan yang terlalu memaksa itu. Menurut Hermi, pemecatan terhadap dirinya sangat tidak beralasan karena tanpa ada kesalahan yang jelas.

Baca Terkait : Bupati Abdya Pecat Keuchik Blang Manggeng 

Secara aturan, keuchik berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri dan diberhentikan karena berakhir masa jabatan, tidak bisa melaksanakan tugas secara berkelanjutan, tidak lagi memenuhi syarat sebagai kecuhik, dinyatakan melanggar sumpah/janji jabatan, tidak melaksanakan kewajiban keuchik serta melanggar larangan bagi kecuhik.

“Mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh sejumlah warga terhadap saya, justru sangat tidak mendasar dan mengada-ngada. Malahan sebahagian tanda tangan dalam mosi tersebut banyak yang dipalsukan. Artinya, saya sudah dizalimi, karena tidak ada hal yang saya langgar selama menjabat sebagai kecuhik,” ungkap Hermi.

Menurutnya lagi, secara aturan, Pj Keuchik yang dilantik harus memiliki surat izin dari atasan instansi yang berwenang karena yang bersangkutan merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS). “Ini harus dipenuhi dulu, kalau syaratnya lengkap silahkan dilantik,” ujar Hermi menambahkan. [Rizal]

To Top