Sosial

Wacana Pemekaran Aceh Utara menjadi Aceh Malaka, Mahasiswa Galang Kekuatan

ACEHTERKINI.COM | Setelah terbentuk Gerakan Pemuda Pemekaran Aceh Malaka (GP PAM) pada 28 Maret 2017 lalu, kini giliran mahasiswa membentuk forum perjuangan percepatan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Aceh Malaka dari Kabupaten Aceh Utara.

Forum ini dibentuk oleh mahasiswa wilayah barat Aceh Utara yang berasal dari berbagai kampus dan diberi nama Ikatan Mahasiswa Aceh Malaka (IMAM). Forum ini lahir melalui musyawarah puluhan mahasiswa di Sekretariat GP-PAM di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Minggu (5/4/2017).

Para mahasiswa wilayah barat Aceh Utara memperlihatkan bentuk dukungan saat membentuk IMAM, sebagai forum perjuangan pemekaran Aceh Malaka, Minggu (10/4/2017). [Foto Istimewa]

Ketua IMAM terpilih, Romi Afrizanur dalam keterangannya, Senin (10/4/2017) menyebutkan, mahasiswa siap menggalang kekuatan dalam memperjuangkan percepatan proses pemekaran Kabupaten Aceh Utara wilayah barat atau Aceh Malaka.

“Kami mahasiswa Aceh Malaka siap mendukung segala bentuk dan semua tahapan pemekaran Aceh Utara wilayah barat dan terus berkomunikasi dengan forum pemuda. Apalagi pada 15 April 2017 akan digelar rapat akbar pemuda dari 122 gampong di Balai Desa Kecamatan Dewantara,” tegas Romi didampingi sekretarisnya, Musliadi.

Baca Juga : Mau Mekarkan Aceh Utara, Pemuda Aceh Malaka akan Gelar Rapat Akbar

Sementara Ketua GP-PAM, Muslim Syamsuddin, ST yang hadir dalam pertemuan tersebut, mengharapkan para mahasiswa dapat tampil di garda terdepan dalam upaya pemekaran. Menurutnya, mahasiswa adalah penerus tongkat estafet kemajuan dan kepemimpinan Aceh Malaka di masa mendatang.

“Upaya pemekaran yang telah diupayakan sejak 2003 oleh para orangtua kita dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperkecil anggaran palayanan publik dengan berkurangnya jumlah penduduk Aceh Utara,” ungkap Muslim.

Masih menurut Muslim, sesuai informasi didapatkan dari panitia pemekaran, saat ini tahap administrasi dari persyaratan pemekaran telah mencapai 90 persen, mulai administrasi tingkat gampong, kecamatan hingga kabupaten.

“Panitia telah mengumpulkan tanda tangan masyarakat dalam 122 gampong dan tanda tangan perangkat gampong dari 122 gampong dalam enam kecamatan wilayah barat Aceh Utara (wilayah rencana Aceh Malaka), serta tanda tangan para camat,” terang pemuda asal Banda Baro itu.

“Panitia saat ini hanya menunggu rekomendasi dari DPRK Aceh Utara,” terang Muslim. [Red]

To Top